Main Menu

Memalukan! Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA) Kembali Kebobolan, Snowden Kedua?

Rohmat Haryadi
06-10-2016 18:46

Kebobolan lagi! (dok. GATRA)

Jakarta, GATRANews - Kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA) ditangkap FBI karena 'mencuri informasi pemerintah berkatagori sangat rahasia' dan menyembunyikannya di rumah dan mobilnya. Harold Thomas Martin, 51 tahun, diam-diam ditangkap FBI pada Agustus lalu. Jaksa Federal mengumumkan Rabu kemarin, bahwa seorang kontraktor NSA telah ditangkap atas tuduhan secara ilegal menghapus informasi sangat rahasia.



Martin bekerja untuk Booz Allen Hamilton, perusahaan konsultan yang sama yang digunakan Edward Snowden ketika ia mengungkapkan metadata NSA. Agen FBI menggerebek rumah Martin dan menyita bahan yang mengandung informasi intelijen ultra sensitif itu, demikian dikatakan Departemen Kehakiman.

Martin dikenai tuduhan, secara tidak sah menghapus bahan rahasia, yang membawa dia pada maksimum hukuman satu tahun. Namun dia juga dikenai tuduhan mencuri properti pemerintah, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun. Harold Thomas Martin III, 51 tahun, dari Glen Burnie, Maryland, Amerika akhirnya ditangkap FBI atas ulahnya itu. Pihak berwenang mengatakan, dia mengakui telah mengambil rahasia pemerintah. Menurut pengacaranya, Martin tidak berniat mengkhianati negaranya.

Snowden menulis di Twitter, mengomentari penangkapan itu: "Ini sangat luar biasa besar. Apakah FBI diam-diam menangkap orang atas laporan NSA yang merupakan kelemahan besar dalam produk AS?”

FBI menyita dokumen dan informasi yang tersimpan di perangkat elektronik dalam penggeledahan di rumah Martin, pada 27 Agustus, demikian menurut Depatemen Kehakiman. Di antara dokumen rahasia yang ditemukan, enam yang mengandung intelijen sensitif yang sangat penting untuk masalah keamanan nasional. Penangkapan bisa memalukan lagi untuk komunitas intelijen AS.

Ini akan menjadi kasus kedua pekerja intelijen mencuri data rahasia dari NSA dalam beberapa tahun terakhir. Martin awalnya menolak, namun ketika dihadapkan dengan dokumen tertentu, dia mengaku mengambil dokumen, dan file digital. Martin menyatakan bahwa ia tahu apa yang telah dilakukannya adalah salah dan bahwa dia seharusnya tidak melakukan hal itu karena dia tahu itu tidak sah.

"Tidak ada bukti bahwa Martin bermaksud mengkhianati negaranya,” kata pembela publik, James Wyda dan Deborah Boardman. "Apa yang kita tahu adalah bahwa Martin mencintai keluarganya dan negaranya. Ia menjabat terhormat sebagai letnan di Angkatan Laut Amerika Serikat, dan ia telah mengabdikan seluruh karirnya untuk melayani negaranya,” katanya.

"Kami berharap untuk membela Hal Martin di pengadilan," tegas mereka. Berbicara pada panel cybersecurity Rabu, juru bicara Departemen Kehakiman, John Carlin, menegaskan tentang penangkapan seorang individu yang terlibat mengambil informasi rahasia. Dia mengatakan penangkapan umumnya menunjuk ancaman yang ditimbulkan oleh orang dalam.

Pada tahun 2013, kontraktor NSA Edward Snowden mencuri 1,5 juta dokumen rahasia. Dia membocorkan ke wartawan, mengungkapkan koleksi massal jutaan catatan telepon Amerika. Yang memicu perdebatan sengit yang memprihatinkan mereka yang mendukung kebebasan sipil dan  privasi.

Snowden melarikan diri ke Hong Kong, kemudian Rusia, untuk menghindari penuntutan dan sekarang ingin pengampunan presiden karena dia mengatakan membantu negaranya dengan mengungkapkan program pengawasan domestik rahasia.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
06-10-2016 18:46