Main Menu

Korban Badai Matthew di Haiti Membumbung: 1.000 orang Tewas

Dani Hamdani
10-10-2016 19:55

Suasana setelah terjadi badai mathew di Haiti (AFP/Hector Retamal/yus4)

Port-Au-Prince, GATRANews - Tragedi kemanusiaan sedang terjadi di Haiti. Badai Mathew yang menerpa negeri miskin di Amerika Selatan pada Selasa pekan lalu meninggalkan derita berkepanjangan. Sekitar 1.000 mayat mulai dimakamkan dalam sejumlah kuburan massal, demikian pemerintah setempat menyatakan pada Minggu, 9 Oktober 2016.

 

Korban tewas bukan hanya karena disapu badai terdahsyat dalam satu dekade terakhir itu, tapi juga sapuan wabah kolera yang menyertai sesudah musibah tersebut. Wabah kolera juga mulai menyebar di daerah barat daya Haiti.


"Badai dengan kekuatan terbesar di kawasan Karibia dalam satu dekade terakhir itu, menyapu Haiti dengan kecepatan angin 233 km per jam dan hujan lebat yang membuat sekitar 1,4 juta orang kini membutuhkan bantuan kemanusiaan," kata PBB seperti dilaporkan Antara.

Perhitungan gabungan Reuters dari keterangan para pejabat lokal menunjukkan bahwa 1.000 orang telah tewas akibat badai di Haiti, salah satu negara termiskin di benua Amerika yang hanya mempunyai populasi 10 juta orang.

Sementara itu jumlah kematian menurut badan perlindungan sipil pusat hanya 336. Angka tersebut jauh lebih kecil karena mereka masih harus mengunjungi setiap desa untuk memeriksa angka kematian.

Otoritas setempat mulai memakamkan para korban di kuburan massal kota Jeremie karena mayat-mayat tersebut mulai membusuk, kata Kedner Frenel, pejabat pemerintah pusat di wilayah GrandAnse.

Frenel mengatakan 552 orang tewas akibat badai Matthew di GrandAnse. Sementara itu angka kematian dari laporan 15 wali kota di daerah semenanjung itu menunjukkan 386 orang.

Frenel sendiri saat ini lebih mengkhawatirkan penyebaran kolera. Pihak otoritas mulai fokus untuk menyalurkan air minum sehat, makanan, dan obat-obatan kepada ribuan orang yang mengungsi di tenda-tenda darurat.

Kolera menyebabkan diare parah dan bisa menyebabkan kematian hanya dalam beberapa jam jika tidak segera ditangani. Penyakit itu menyebar melalui air yang terkontaminasi dan punya masa inkubasi singkat sehingga sering menjadi wabah.

Pemerintah setempat mengantisipasinya dengan memperbaiki sejumlah tempat perawatan pada akhir pekan dan mengirim tim ke salah satu pusat menyebarnya wabah.

Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
10-10-2016 19:55