Main Menu

Korban Topan Haiti di Kubur Massal

Rosyid
11-10-2016 13:25

Bencana Topan Matthew di Haiti (AFP/Nicholas Garcia/HR02)

Port-au-Prince, GATRANews - Topan Matthew yang mengoyak Haiti, negeri paling miskin di Amerika sudah pergi. Namun kerusakan yang ditimbulkannya membenanmkan 10 juta warga negara itu dalam kesengsaraan. Diperkirakan korban yang tewas akibat badai paling kuat di Bahama dalam 10 tahun terakhir itu mencapai 1000 jiwa.

 

 

Warga dan aparat Haiti mulai mengumpulkan jenazah korban dan menempatkannya dalam satu lubang kuburan massal. Mayat-mayat itu sudah mula membusuk dan terurai. Sementara itu ancaman wabah kolera mulai mengintai. Penyakit kolera bisa memicu diare hebat yang membawa kematian dalam hitungan jam. Bakteri kolera menular lewat air yang terkontaminasi.

 

Topan menghajar Haiti pekan lalu dengan kecepatan angin 233 km/jam disertai hujan deras. Badai itu menyapu bagian barat daya negeri itu dan menimbulkan kerusakan hebat. Sekitar 1,4 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan kata Kantor PBB untuk koordinasi urusan kemanusiaan (U.N. Office for the Coordination of Humanitarian Affairs).

 

Kepada Reuters, Kedner Frenel, pejabat pemerintah pusat Haiti mengungkapkan kesulitan mendistribusikan air bersih, makanan dan obat-obatan untuk ribuan orang yang tinggal di penampungan. Pemerintah saat ini mengupayakan memulihkan layanan kesehatan di kawasan yang paling berat di barat daya negeri berpenduduk 10 juta itu.


 

Editor: Rosyid

 

 

 

Rosyid
11-10-2016 13:25