Main Menu

Tragedi Chapecoense: Pilot Diperintah Terbang Dengan BBM Pas-pasan

Rosyid
02-12-2016 19:00

Chapecó, GATRANews - Amarah dan duka berbaur ketika penduduk Chapecó di selatan Brazil melaksanakan misa mengenang 71 pemain, staf klub, jurnalis dan awak yang tewas dalam kecelakaan pesawat di Kolombia.


Harian Globo seperti dikutip BBC,Rabu (30/11)  memastikan sebab kejatuhan pesawat akibat kekurangan bahan bakar. Keterlambatan jadwal dari São Paulo membuat rencana transit di Cobija, Bolivia, dibatalkan lantaran bandara tidak beroperasi di malam hari. Akibatnya pilot harus terbang tanpa bisa mengisi bahan bakar.

Bocoran rekaman pembicaraan dari dalam kokpit pesawat memastikan penyebab jatuhnya pesawat. Pada menit-menit terakhir pilot meminta izin melakukan pendaratan darurat lantaran "masalah bahan bakar."

Ketika menara pengawas meminta pesawat menunggu selama tujuh menit, pilot mulai kehabisan sabar. "Kerusakan total sistem elektik. Tidak ada bahan bakar," tukasnya dengan nada tegang. Empat menit kemudian pesawat menghujam Bumi.

Terungkap pula seorang petugas badan penerbangan nasional Bolivia, Aasana, ternyata sudah memperingatkan pilot pesawat carteran pembawa delegasi tim sepak bola Brasil Chapecoense yang jatuh di Kolombia bahwa bahan bakar pesawat ini tidak cukup untuk menempuh penerbangan.

Menurut Globo, Brasil, yang memiliki akses ke rencana terbang pesawat milik maskapai LaMia, petugas Aasana bernama Celia Castedo Monasterio sempat menanyai pilot Miguel Quiroga menyangkut kelaikan pesawat dalam menempuh perjalanan sejauh itu. Pesawat akan terbang dari Santa Cruz de la Sierra di Bolivia ke Medellín di Kolombia. Menurut Globo, perjalanan pesawat itu menempuh waktu 4 jam 22 menit.

Celia sudah memperingatkan bahwa kapasitas bahan bakar pesawat itu tidak memenuhi rencana penerbangan yang diharuskan. Celia juga menilai rencana cadangan penerbangan itu tidak layak karena jumlah bahan bakar tidak akan cukup ketika ada keadaan darurat.

Celia sudah memperingatkan perusahaan yang menjadi operator pesawat naas itu.  Namun maskapai Lamia tak menggubris peringatan Celia dengan malah memerintahkan pilot untuk melanjutkan terbang dengan alasan bahan bakar cukup dan akan terbang dengan waktu lebih singkat.

"Tidak, Ibu Celia, kapasitas bahan bakar telah saya periksa, itu cukup. Jadi saya tak punya masalah apa-apa lagi. Kerjakan saja dengan waktu lebih singkat, jangan khawatir. Itu saja, tenang saja, oke?," kata sang pejabat maskapai itu.

Petugas Aasana menyerah karena dia tidak memiliki kuasa untuk mencegah penerbangan. Tak berapa lama setelah kecelakaan Celia Castedo dibebastugaskan Kamis waktu setempat.




Editor: Rosyid

Rosyid
02-12-2016 19:00