Main Menu

Tsunami Politik Brazil

Rosyid
13-12-2016 11:06

Rio de Janeiro, GATRANews - Presiden Brasil Michel Temer, dituduh terlibat dalam pelanggaran kampanye dengan menerima donasi ilegal sebesar USD 2,9 juta pada kampenye 2014.


Tuduhan itu terungkap dari persidangan dugaan pelanggaran kampanye 2014. Pemilu itu kemudian dimenangkan partai koalisi pimpinan Dilma Rousssef dan Temer.  Dilma Roussef kemudian menjadi Presiden dan Temer sebagai wakilnya.

Dalam persidangan itu diduga ada uang suap untuk mendanani kampanye. Jika terbukti mandat Temer -yang menggantikan Roussef yang dimakzulkan awal tahun ini- bisa dicabut.

Bukan hanya Temer yang menghadapi masa-masa sulit. Berdasarkan dokumen pengadilan pemilu Brazil yang diperoleh laman the Guardian ada banyak tokoh lintas partai yang diduga menerima suap.

Nama Temer disebut 43 kali dalam dokumen pemeriksaan Claudio Melo Filho, mantan direktur hubungan lembaga perusahaan konstruksi Odebrecht. Dokumen ini bocor ke media Brazil. Filho adalah satu dari 77 eksekutif Odebrecht yang menandatangani kesepakatan kolaorasi dengan aparat hukum.

Odebrecht sedang terbelit kasus suap perusahaan minyak negara Petrobras. Mega skandal Petrobras sudah  menyebabkan belasan politisi, eksekutif perusahaan  dan perantara suaup yang masuk penjara.  Termasuk CEO Odebrecht, Marcelo Odebrecht yang ditahan sejak Juni 2015.

Dalam pemeriksaan Filho terungkap secara detail bagaimana politisi anggota parlemen  dari partai Temer dan politisi partai lain disuap jutaan dollar  termasuk donasi legal maupun ilegal dalam kampanye untuk menjaga kepentingan perusahaan di parlemen.

Dalam keterangannya, Filho bercerita pernah menemani CEO Odebrecht, makan malam di istana wakil presiden beberapa bulan sebelum pemilu 2014. dalam pertemuan itu disepakati donasi kampaney sebesar USD 2,9 juta.

Filho juga membayar Senator Romero Juca hingga mencapai USD 5 juta. Juca mengundurkan diri dari jabatan Menteri Perencanaan kabinter Temer pada Mei lalu setelah penyadapan suara mengindikasikan dia berencana menggagalkan penyelidikan skandal Petrobras. Selain kedua nama itu sejumlah nama lain disebut.

Temer dan politisi lain yang disebut namanya membantah laporan itu. Temer mengatakan Odebrecht memberi donasi sukarela tanpa mengharap balasan.

Tuduhan ini menjadi tekanan tambahan terhadap presiden Temer yang semakin tidak populer. 

Survei terakhir yang diterbitkan Minggu kemarin tapi jajak pendapatnya dilakukan sebelum tuduhan donasi kampanye ilegal muncul menunjukkan 63 persen warga Brazil ingin Temer mengundurkan diri.

Pengamat politik Brazil menggambarkan pengungkapan skandal ini akan menyebabkan tsunami politik yang skalanya tak terbayangkan yang akan melibas polisiti dari beragam partai  dan kandidat presidenn pada pemilu 2018.

Begitu banyak politisi dari semua partai yang terbelit dalam skandal suap ini sehingga sulit untuk menentukan siapa yang akan maju menjadi pemimpin Brazil jika Temer jatuh.  Jika dia jatuh akhir tahun ini, pemilihan langsung diadakan di Kongres.



Editor: Rosyid




Rosyid
13-12-2016 11:06