Main Menu

Perang Geng Narkoba: Puluhan Napi Tewas, sebagian Dipenggal!

Rosyid
03-01-2017 09:22

Manaus, GATRANews - Tubuh tercabik-cabik, sebagian dipenggal dan dibakar ditemukan setelah kerusuhan dalam penjara di Brazil usai. Sedikitnya 60 orang tewas dan ratusan lainnya kabur.


Kerusuhan di penjara Anisio Jobim Penitentiary Complex (Compaj) di Manaus, ibukota negara bagian Amazonas pecah Minggu sore (1/1) dan berakhir 17 jam kemudian.  Para perusuh menyandera 12 sipir.

Otoritas keamanan setempat menuduh kerusuhan itu didalangi geng-geng narkoba. Mereka berperang dan saling membunuh termasuk dalam penjara untuk menguasai pasar.  Setelah kerusuhan itu, Sergio Fontes, kepala keamanan Amazonas meminta bantuan kepada pemerintah federal Brazil untuk membantu perang terhadap penyelundupan narkoba dan memperkuat sistem keamanan penjara.

Kerusahan penjara paling brutal dalam sejarah Amazonas  itu dipicu perseteruan antara kelompok First Capital Command yang berbasis di Sao Paulo dengan Family of the North, kelompok penjahat lokal. Kedua kelompok ini berebut pengaruh dalam menguasai penjara, mengatur rute penyelundupan narkotika dan penguasaan kawasan-kawasan pemasaran narkoba.

"Satu kelompok ini menghapus kelompok lainnya sehingga bisa mendominasi sistem penjara," kata Marluce da Costa Sousa, koordinator Pastoral Carceraria, kelompok bimbingan napi yang terafiliasi dengan Gereja Katolik. "Ini semata-mata soal keuntungan," tegasnya pada Al Jazeera, Selasa (3/1).

Penjara Brazil menampung lebih dari 600.000 napi, ke-empat terbesar setelah AS, China dan Russia. Penjara-penjara di negeri Samba itu berkali-kali dikritik karena pelanggaran HAM dan melebihi kapasitas. Kompleks penjara Anisio Jobim sekarang dihuni 2.230 narapidana walaupun kapasitas normalnya hanya 590 orang, Reuters melaporkan.

Kerusuhan penjara paling brutal terjadi tahun 1992. Peristiwa yang dikenang sebagai Pembataian Carandiru itu menewaskan 111 napi yang sebagian tidak bersenjata. Mereka hampir seluruhnya tewas oleh polisi militer yang menyerbu penjara setelah terjadi kerusuhan.



Editor: Rosyid

Rosyid
03-01-2017 09:22