Main Menu

Paska Kerusuhan Penjara Brazil, Paus Minta Napi Diperlakukan Manusiawi

Rosyid
05-01-2017 11:37

Vatican City, GATRANews - Paus Francis menghimbau agar para tahanan di seluruh dunia diperlakukan secara manusiawi.Tampaknya himbauan Paus asal Argentina ini terkait kerusuhan penjara paling mematikan di Brazil dalam dua dekade terakhir. "Saya mengungkapkan rasa sakit dan kekhawatiran atas apa yang terjadi," kata Paus Francis dalam layanan publiknya mingguannya di Vatikan, Rabu (4/1).

 

"Saya berdoa bagi mereka yang telah meninggal dan keluarga mereka dan untuk semua tahanan di penjara itu dan orang-orang yang bekerja di sana. Saya memperbaharui seruan saya bahwa penjara harus menjadi tempat pendidikan ulang dan re-integrasi ke masyarakat, dan kondisi untuk tahanan harus layak untuk manusia, " serunya  seperti dilaporkan Reuters.

Paus sering mengunjungi penjara dalam perjalanan luar negerinya. Baru-baru ini mengadakan misa untuk sekitar 1.000 narapidana yang mendapat izin keluar sebentar dari penjara untuk menghadiri misa di Basilika Santo Petrus, Vatikan.

Seperti dilaporkan sebelumnya, kekerasan meletus antara geng narkoba di  Kompleks Lembaga Pemasyarakatan Umum Anisio Jobim di Kota Manaus, ibukota negara bagian Amazonas, Minggu (2/1).  Kekacauan  berlangsung selama 17 jam sepanjang malam menewaskan 56 tahanan. Beberapa tahanan dipenggal dan tubuh mereka dilemparkan dari dinding penjara,.

Penyelidikan polisi menunjukkan kerusuhan itu terjadi antara kelompok penjahat Primeiro Comando da Capital (PCC) dan Familia de Norte. PCC adalah kelompok pengedar narkoba yang berpusat di Sao Paulo dan telah melebarkan sayapnya ke negara-negara bagian lainnya. Menurut pernyataan lembaga keamanan masyarakat, 56 orang yang tewas itu tampaknya adalah para anggota PCC.

Selama kekacauan berlangsung, 12 petugas pengawasan penjara disandera namun kemudian seluruhnya dibebaskan tanpa terluka, menurut Epitacio Almeida, perwakilan Komisi Hak-hak Asasi Manusia setempat.

Tak lama setelah keributan muncul di satu unit, puluhan narapidana di unit kedua mulai ramai-ramai melarikan diri dari penjara. Tercatat 184 napi kabur dari penjara namun 40 lainnya berhasil ditangkap kembali.

Penjara-penjara Brazil dikenal terlalu padat penghuni. Penjara Anisio Jobim memiliki kapasitas untuk menampung 592 orang namun dihuni 1.224 narapidana. Pemerintah Amazonas telah memutuskan untuk memindahkan sekitar 130 narapidana untuk melindungi mereka.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
05-01-2017 11:37