Main Menu

Starbuck akan rekrut 10.000 pengungsi

Rosyid
30-01-2017 20:28

Seattle, GATRAnews - Chief Executive Officer Starbuck Howard Schultz mengumumkan rencana perusahaan untuk merekrut 10.000 pengungsi sebagai pegawai di 75 negara dalam lima tahun. Pernyataan dilontarkan Minggu (29/1), atau dua hari setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah melarang masuknya pengungsi dari 7 negara Islam.

Dalam suratnya kepada karyawan Starbuck, Schultz mengatakan akan melakukan apa saja untuk membantu karyawannya yang terdampak aturan Trump itu.

Upaya merekrut karyawan dimulai dari Amerika Serikat dengan prioritas pada mereka yang pernah bekerja untuk pasukan Amerika Serikat seperti menjadi penterjemah atau personil pendukung lainnya di negara-negara dimana militer AS membutuhkan bantuan itu.

Dibawah kendalinya, Starbuck menjadi sorotan. Schultz secara terbuka meminta pengunjungnya tidak membawa senjata api masuk ke dalam kedai kopi Starbuck. Dia juga mengatakan jika Affordable Care Act ditinjau ulang dan karyawan kehilangan perlindungan kesehatan dari negara, maka dia akan mengembalikan asuransi kesehatan karyawan lewat Starbuck. Trump dan parlemen yang dikontrol Partai Republik memang berniat untuk merevisi Affordable Care Act atau yang lebih dikenal dengan sebutan Obamacare.

Schultz juga menegaskan komitmen perusahaan untuk berdagang dengan Meksiko, padahal Trump bersikap tidak ramah pada tetangganya itu.

Dalam beberapa bulan ke depan Schultz akan menyerahkan jabatannya pada CEO baru yaitu Kevin Johnson yang sebelumnya menjabat Chief Operating Officer.  Schultz akan menjabat sebagai executive chariman mulai April depan.



Editor: Rosyid

Rosyid
30-01-2017 20:28