Main Menu

Tak Juga Ditemukan, Keluarga 44 Awak Kapal Selam Argentina Putus Asa

Iwan Sutiawan
25-11-2017 15:37

Seorang kerabat awak kapal selam Argentina San Juan yang hilang berlutut untuk berdoa, di kawasan pangkalan Angkatan Laut Argentina di Mar del Plata, 25/11. (AFP/Alfonsina Tain/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Keluarga dari 44 awal kapal selam  Argentina putus asa karena kapal selam bernama San Juan tersebut belum juga ditemukan hingga 10 hari pencarian. Pihak keluarga pun pulang ke rumah masing-masing pada Jumat kemarin, setelah menunggu di Pangkalan Angkatan Laut Argentina Sub del Mar.


Keluarga dari 44 orang awak Kapal Selam San Juan seperti dilansir Antara, Sabtu (25/11), terlihat sedih dan marah menghadapi bukti kapal selam itu kemungkinan telah meledak di dalam laut.

Kapal selam itu hilang sembilan hari yang lalu dengan pasokan oksigen hanya cukup untuk satu minggu. Angkatan Laut Argentina berjanji terus mencari kapal selam itu. Namun menolak mengonfirmasi kekhawatiran bahwa para awak kapal selam telah meninggal.

"Sampai kita menemukan kapal selam dan mengetahui faktanya. Kami tidak berani mengatakan apa pun dengan cara apa pun kepada keluarga. Pencariannya sangat sulit," kata juru bicara Angkatan Laut Argentina, Enrique Balbi. 

Kerabat awak kapal tiba di Mar de Plata, Senin kemarin. "Pada titik ini, sebenarnya saya tidak punya harapan mereka akan kembali," ujar Maria Villareal, ibu dari salah satu anggota awak kapal kepada televisi lokal pada Jumat pagi. 

Sementara keluarga awak kapal selam lainnya menyampaikan akan tetap di Mar del Plata. "Saya berada di pangkalan dan saya akan tinggal sampai mereka menemukan kapal selam tersebut," kata Silvina Krawczyk, saudara perempuan dari petugas wanita satu-satunya di kapal selam, Eliana Maria Krawczyk, melalui aplikasi pesan WhatsApp.

Sekitar 30 kapal dan pesawat serta 4.000 orang personel dari Argentina, Amerika Serikat (AS), Inggris, Chile, dan Brazil telah bergabung dalam pencarian kapal selam itu. Lokasi terakhir kapal dipalorkan sekitar 480 kilometer dari pantai.

Beberapa anggota keluarga menuduh Angkatan Laut Argentina menempatkan orang yang mereka cintai dengan risiko yang tidak perlu, dengan menugaskan mereka di dalam kapal selam berusia lebih dari 30 tahun yang mereka duga tidak dipelihara secara baik. Tuduhan itu dibantah Angkatan Laut Argentina.

"Mereka membunuh adikku!" teriak seorang pria, yang meninggalkan pangkalan dengan mobil, kepada wartawan. Pria lebih tua yang mengendarai mobil itu juga menangis.

Kapal Selam San Juan itu diluncurkan pada 1983 dan menjalani perawatan pada 2008 di Argentina. Angkatan bersenjata harus menghadapi sumber daya yang berkurang dan kekurangan pelatihan sejak akhir kediktatoran militer di awal 1980-an.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
25-11-2017 15:37