Main Menu

Teror Valentine Berdarah di SMA Florida Tewaskan 17 Orang

Birny Birdieni
15-02-2018 09:36

Penembakan Sekolah Menengah Atas Stoneman Douglas High Florida, Amerika Serikat. (REUTERS/HO/FT02)

Florida, Gatra.com- Seorang mantan siswa kembali ke Sekolah Menengah Atas Stoneman Douglas High Florida, tempatnya pernah dikeluarkan karena alasan kedisipilinan dan melepaskan tembakan dengan gaya serbuan senapan yang menewaskan 17 orang dan melukai lebih dari satu lusin lainnya.

 

Aksi kekerasan itu meletus sesaat sebelum pemberhentian Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, sebuah komunitas kelas menengah yang tenang, sekitar 45 mil (72 km) utara Miami, Rabu (14/2) waktu Florida.

 

Tayangan televisi menunjukkan siswa keluar dari gedung, banyak yang mengangkat tangan ke udara, karena puluhan polisi dan petugas layanan darurat mengerumuni daerah tersebut.

 

Sebanyak 12 orang tewas terbunuh di dalam sekolah tersebut dan dua lainnya di luar. Sedangkan satu lagi di jalan dan dua korban lainnya meninggal karena luka-luka di rumah sakit. korban terdiri dari campuran siswa dan orang dewasa.

 

Menurut Broward County Sheriff, Scott Israeli (19), pria bersenjata itu diidentifikasi sebagai Nikolaus Cruz. Dia sebelumnya bersekolah disana dan dikeluarkan karena alasan disipliner yang tidak spesifik.

 

Israel mengatakan Cruz dipersenjatai dengan senapan tipe AR-15-dan memiliki beberapa majalah amunisi. "Ini bencana besar," ujarnya. Namun Cruz menyerah kepada polisi tanpa sebuah perjuangan.

 

Sebagai siswa sekolah menengah atas, Cruz merupakan bagian dari program Pelatihan Pelatih Junior Reserve yang disponsori oleh Angkatan Darat (JROT) di sekolah tersebut.

 

Seorang lulusan baru dan mantan anggota JROTC di Stoneman Douglas High, Jillian Davis (19) kepada Reuters mengatakan tentang percakapan aneh Cruz mengenai pisau dan senjata. "Namun tidak ada yang pernah menganggapnya serius," ia mengatakan.

 

Chad Williams (18), seorang senior di Stoneman Douglas menggambarkan Cruz sebagai jenis "anak buangan" yang terkenal karena perilaku nakal di sekolah dan "tergila-gila pada senjata api".

Senator Amerika Serikat dari Florida, Bill Nelson mengatakan kepada CNN bahwa pria bersenjata itu mengenakan masker gas, membawa granat asap dan menyalakan alarm kebakaran untuk mengarahkan siswa dari ruang kelas ke lorong. "Disana pembantaian dimulai," ungkapnya.

 

Pihak berwenang dekat dua rumah sakit mengatakan bahwa mereka merawat 13 orang yang selamat dari luka tembak dan luka-luka lainnya. Lima di antaranya dalam kondisi kritis.

 

"Valentine Berdarah" di pinggiran kota Miami ini menjadi wabah kekerasan senjata terbaru yang menjadi biasa terjadi di sekolah-sekolah dan kampus-kampus seluruh Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

 

Ini merupakan penembakan ke-18 di sekolah Amerika Serikat. Menurut kelompok kontrol senjata Everytown for Gun Safety, penghitungan tersebut mencakup kasus bunuh diri dan insiden saat tidak ada yang terluka. Terakhir penembakan Januari lalu, di mana seorang pria bersenjata berusia 15 tahun membunuh dua orang siswa di sebuah sekolah menengah di Benton, Kentucky.

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
15-02-2018 09:36