Main Menu

Perang Antar Geng Narkoba, Tentara Ambil Alih Keamanan Dari Polisi

Hendri Firzani
17-02-2018 05:44

Tentara Brasil melakukan patroli di dalam kota (REUTERS/Sergio Moraes/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Pemerintah Brasil memerintahkan tentara untuk mengambil alih komando pasukan polisi di kota Rio de Janeiro, Jumat (16/1). Langkah ini terpaksa diambil  dalam upaya untuk mengendalikan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok pengedar narkoba.



Langkah tersebut menjadi yang pertama sejak kediktatoran berakhir tiga dekade lalu di Brasil. Tindakan darurat tersebut  juga  menunda pemungutan suara di Kongres terkait perubahan  undang-undang pensiun, yang merupakan agenda reformasi utama pemerintahan Presiden Michel Temer. RUU tersebut, dirancang untuk mengatasi defisit yang terjadi pada sistem pensiun.


Tingkat kekerasan di Rio de Janeiro meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kasus pembunuhan tahun 2017 lalu naik 8 persen dibanding  2016 dan melonjak 26 persen sejak 2015.  Tentara sebenarnya telah ditugaskan  di Rio, dalam beberapa tahun terakhir  untuk menghentikan aksi kekerasan, yang sebagian besar berpusat di daerah kumuh di wilayah Metropolitan Rio.


Di sana, geng-geng pengedar narkoba dan  milisi paramiliter saling serang  untuk menjadi penguasa wilayah. Mereka juga kerap menyerang petugas kepolisian. Sebagaimana dikutip dari Reuters, baku tembak antar kelompok tersebut, yang tadinya terjadi di kawasan-kawasan miskin, mulai merembet ke kawasan masyarakat kaya di perkotaan.


Bahkan, aksi kriminalitas juga terjadi saat perayaan Karnaval yang berakhir pada hari Rabu, lalu. Dalam video yang viral dan disiarkan oleh stasiun televisi nasional Brasil, segerombolan anak-anak muda tertangkap kamera, sedang mengerubungi wisatawan dan kemudian merampoknya. Kejadian tersebut memicu kekhawatiran bahwa kondisi kota Rio De Janeiro, bakal lepas kendali.


 

Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
17-02-2018 05:44