Main Menu

Hapus Tudingan Rasisme, Starbucks Bolehkan Non Pelanggan Gunakan Toiletnya

Bernadetta Febriana
20-05-2018 10:23

Starbucks coffee (REUTERS/Mark Makela/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Setelah diprotes banyak pihak karena perlakuan yang tidak menyenangkan yang diberikan oleh salah satu kafenya di Philadelphia, April lalu, Starbucks akhirnya mengeluarkan kebijakan baru, dimana setiap orang boleh duduk dan menggunakan fasilitas toilet di kafe Starbucks manapun meski tidak melakukan pembelian apapun.

Peraturan baru ini menggantikan aturan lama yang disebut ambigu, karena menyerahkan keputusan kepada manager kafe setempat untuk menentukan boleh tidaknya seseorang menggunakan toilet atau hanya duduk di dalam atau di luar kafe tanpa membeli apapun di kafe Starbucks tersebut. Artinya, bisa jadi ada kafe Starbucks yang membolehkan seseorang hanya mampir sebentar untuk duduk tanpa ngopi sementara kafe Starbucks yang lain cukup galak untuk mengusir orang itu.

"Kami berkomitmen untuk menciptakan suasana yang hangat dan ramah kepada siapapun yang datang ke setiap kafe kami," demikian pernyataan dari Starbucks seperti dikutip dari AP.

Hanya saja, lanjut pernyataan itu, setiap pegawai Starbucks diperkenankan untuk memanggil aparat keamanan apabila dilihat ada pelanggan yang menunjukkan gelagat yang mencurigakan.

Aturan baru ini muncul setelah Starbucks menuai kecaman karena memanggil aparat keamanan untuk mengamankan dua orang kulit hitam yang sedang duduk menunggu kedatangan kawan mereka. Salah satu dari mereka juga ditolak ketika ingin menggunakan toilet dengan alasan toilet hanya diperuntukkan bagi konsumen yang melakukan pembelian di kafe tersebut.

Kedua pria itu, Rashon Nelson dan Donte Robinson, kemudian dibawa ke kantor polisi dan dijebloskan ke penjara selama beberapa jam, dan kemudian dilepaskan. Hanya saja, video yang menunjukkan perlakuan tidak menyenangkan dari pegawai Starbucks tersebut viral di media sosial dan menjadikan Starbucks sasaran bully dari warganet seluruh dunia.

Merespon kejadian tersebut, selain mengeluarkan permintaan maaf dan menyelesaikan secara damai permasalahan dengan Rashon dan Donte, Starbucks juga berencana untuk menutup sekitar 8000 kafenya di Amerika Serikat untuk melakukan pelatihan kepada pegawainya agar tidak melakukan perbuatan rasis dan bias terhadap setiap pelanggan.


Editor : Bernadetta Febriana 

 

Bernadetta Febriana
20-05-2018 10:23