Main Menu

Trump Akan Kutip US$200 Miliar Barang dari China Pekan Ini 

Mukhlison Sri Widodo
07-09-2018 11:44

Ilustrasi barang Cina.(Reuters/re1)

Amerika Serikat, Gatra.com - Amerika Serikat (AS) dapat segera memberlakukan tarif pada hampir setengah dari semua barang Cina yang masuk ke negara tersebut.

 

Tarif yang diusulkan Presiden Donald Trump sebesar US$ 200 miliar terhadap barang-barang Cina itu berlaku  mulai hari Jum’at, setelah mendapatkan kesimpulan positif dari masa penerimaan komentar publik terkait pajak. Namun masih belum jelas, apakah tarif baru akan ditetapkan pada besaran 10% atau 25%.

Jika hal tersebut diterapkan, maka itu bisa menjadi putaran tarif yang paling menyakitkan yang dikenakan Amerika Serikat pada produk-produk Cina tahun ini. Administrasi Trump mengenakan tarif 25% pada US$ 34 miliar untuk impor Cina pada bulan Juli, dan US$ 16 miliar bulan lalu. 

Cina juga mengalami penurunan penerimaan akibat tarif aluminium dan baja yang dikenakan Amerika Serikat terkait impor komoditas ini dari sebagian besar yang berasal dari seluruh dunia.

Cina merupakan mitra dagang terbesar Amerika Serikat. Hampir US$ 506 miliar barang-barang Cina dijual Negeri Paman Sam tersebut tahun lalu. Pemberian tarif tersebut dimaksudkan untuk menghukum Cina, akibat praktik perdagangan yang tidak adil. 

Administrasi Trump mengatakan Cina melakukan pencurian hak intelektual mereka. Di lain pihak, Cina menuduh Amerika Serikat melakukan penindasan perdagangan.

Pemerintah Beijing pun telah melakukan langkah pembalasan. Mereka telah memberlakukan tarif 25% pada terhadap barang Amerika hingga saat ini senilai US$50 miliar. Negeri Panda ini  juga mengancam untuk menanggapi putaran terbaru dengan tarif senilai US$60 miliar barang asal Amerika Serikat lainnya. 

Namun, saat ini, sulit bagi Cina untuk mengenakan tarif yang sama ke Amerika Serikat pada berbagai barang impor senilai US$ 200 miliar karena ekspor Amerika Serikat jauh lebih sedikit ke Cina.

Presiden Trump awalnya meminta Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat untuk menyelidiki dampak tarif 10%, dan kemudian menaikkan proposal menjadi 25% pada awal Agustus.

Pemerintah Washington  telah meminta komentar publik tentang daftar usulan barang yang akan dipengaruhi oleh tarif. Audiensi publik diadakan selama dua minggu terakhir pada bulan Agustus dan pebisnis lokal diizinkan untuk mengirimkan komentar tertulis pada proposal. Tarif bisa berlaku pada level US$ 200 miliar barang segera setelah periode komentar publik ditutup pada 6 September.

Banyak pemilik bisnis Amerika mengatakan pengenaan tarif impor ini merugikan perusahaan mereka. Mereka harus memutuskan apakah akan membayar tarif atas barang impor atau mencari pemasok baru di luar China.

CEO Jo-Ann Fabric dan Craft Stores, Jill Soltau mengatakan, tarif yang diusulkan untuk kain, benang dan bulu malah akan berdampak kepada perusahaannya dan pelanggannya, bukannya melukai Cina. Perusahaan ini mengimpor sebagian besar kainnya dari Cina karena tidak ada pemasok domestik yang dapat memenuhi persyaratan volume dan kualitasnya, katanya pada sidang 23 Agustus.

"Kami mendukung upaya keseluruhan presiden untuk meningkatkan keseimbangan perdagangan dengan Cina, namun menyasar komponen kain dan kerajinan bukanlah solusi yang tepat," kata Soltau.

Setelah tarif diberlakukan, para pelaku bisnis dapat mengajukan permohonan yang meminta pemerintah mengecualikan produk tertentu dari tarif. 

Mereka harus menunjukkan bahwa produk yang diajukan itu tidak dibuat di tempat lain. Tetapi prosesnya sulit dan menciptakan banyak ketidakpastian bagi sektor bisnis sementara mereka menunggu keputusan, yang bisa memakan waktu berbulan-bulan. 


Reporter: CH
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
07-09-2018 11:44