Main Menu

Hanjin Bankrut, Logistik Dunia Terancam Berantakan

Rosyid
01-09-2016 20:00

Perusahaan pelayaran kargo Korea Selatan Hanjin Shipping (AFP/Roslan Rahman/HR02)

Jakarta, GATRANews - Bangkrutnya perusahaan pelayaran kargo terbesar  Korea Selatan Hanjin Shipping Co., menebar kekhawatiran kacau balaunya rantai pasok logistik jelang liburan di Amerika Serikat.  Gara-gara perusahaannya bangkrut, kapal-kapal Hanjin ditolak berlabuh disejumlah perusahaan karena belum membayar jasa kepelabuhanan. Akibatnya pemilik barang kebingungan dengan barang terkatung-katung di laut.


Sejumlah perusahaan berusaha mencari solusi dari situasi ini. LG Electronics Inc. produsen televisi terbesar kedua didunia berupaya mencari perusahaan pengganti. Sebelumnya  Hanjin mengirim 15 - 20 persen total pengiriman LG ke Amerika Serikat.  "Perusahaan sedang menelaah langkah-langkah yang harus diambil terkait kargo kami yang terkatung-katung saat dikapalkan," demikian pernyataan email LG kepada Bloomberg.


Musim liburan Thanksgiving  dan Natal di Amerika Serikat biasanya menjadi musim belanja terbesar. Produk elektronik seperti TV, mobil dan produk manufaktur buatan Korea selatan  yang dikirim dengan kapal butuh waktu 10 hari dari Asia menuju Los Angeles.  Hanjin perusahaan pengangkut kontainer terbesar ke tujuh dunia itu  mengirim sekitar 25.000 kontainer ke Amerika Serikat setiap hari.


Menurut direktur Drewy Maritime Services Pvt, Rahul Kapoor, mengatakan, akan muncul kekacauan logistik, tapi jangka pendek saja. "Pelabuhan akan menolak kapal ini sandar karena khawatir jasa layanan tidak dibayar."


Sejumlah otoritas pelabuhan menolak kapal-kapal kontainer Hanjin merapat karena khawatir perusahaan itu tidak sanggup lagi membayar fee terkait jasa layanan kepelabuhanan. Tiga kapal Hanjin kini terkatung-katung di lepas pantai pelabuhan Los Angeles dan Long Beach California sejak Rabu kemarin. 

 

Kapal kontainer raksasa itu mengapung 20 mil diluar komplek pelabuhan seperti dilaporkan Bloomberg. Satu kapal lain terkatung-katung di Port of Prince Rupert di British Columbia, Canada.  Pekerja pelabuhan di Busan, Korea Selatan juga menolak melayani kapal-kapal Hanjin, karena perusahaan itu belum membayar tagihannya.


Hanjin Shipping adalah bagian dari Hanjin Group, yang juga memiliki Korean Air Lines Co., perusahaan cargo airline terbesar ketiga dunia. Hanjin Shipping mengalami tekanan keuangan sejak krisis  finansial 2008 yang disusul dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi di China dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan berhutang 6,1 triliun Won per akhir Juni.


Sejak 2011 - 2014 perusahaan selalu merugi.  Korea Developtment Bank yang menjadi kreditur utama perusahaan ini menarik dukungannya pada Selasa lalu. Sehari kemudian, direksi perusahaan mengajukan perlindungan bangkrut ke pengadilan. Pemerintah Korea Selatan  mengijinkan Hyundai Merchant Marine -perusahaan pelayaran kargo terbesar kedua di Korea Selatan diijinkan membeli aset sehat Hanjin.


Editor: Rosyid

Rosyid
01-09-2016 20:00