Main Menu

Kereta Barang China Pangkas Waktu Ekspor ke Eropa

Rosyid
03-01-2017 20:43

Beijing, GATRANews -  China mulai mengekspor barang ke Eropa dengan menggunakan kereta barang. Lokomotif Kereta ini mulai bergerak pada 1 Januari 2017 menuju London, Inggris.


Menurut Xinhua, kerata ini berangkat dari kota Yiwu dibagian timur kota Zhejiang dan akan menempuh lebih dari 12.000 km dalam waktu 18 hari sebelum mencapai London. Rutenya melintasi China daratan, Kazakhstan, Russia, Belarus, Polandia, Jerman, Belgia dan Prancis.

London menjadi kota ke-15 di Eropa yang dilewati kereta barang ini kata China Railway Corp. BUMN kereta api negeri itu.

Peluncuran kereta ini menjadi bagian penting dari upaya Presiden Xi Jinping untuk memperkuat hubungan dagang dengan Eropa.  Presiden Xi berambisi memperkuat jaringan perdagangan dan niaga dengan pasar-pasar di Eropa, Asia, Timur Tengah dan Afrika. 

Pada 2013 Xi meluncurkan inisiatif Belt-and-Road yaitu jalur tranportasi yang menjadi Jalur Sutra modern. Menurut Bloomberg,  China menginvestasikan USD 40 miliar untuk membangun jaringan jalan raya dan kereta api berdasarkan inisiatif itu.  Diperkirakan jalinan jalan dan rel itu akan menghasilkan arus perdagangan senilai USD 2,5 triliun dalam sepuluh tahun ke depan.

China juga berambisi membangun jaringan kereta cepat dengan rel membentang lebih dari 30.000 km atau sepuluh kali lipat dari rencana pembangunan rel di Indonesia yaitu 3000 km. Jaringan ini akan menjangkau sekitar 80 persen kota-kota di China.

China juga menggunakan pembangunan rel sebagai alat diplomasi. Perusahaan-perusahan rel China mengincar negara-negara berkembang di Afrika, Amerika Latin dan Asia Tenggara untuk mendapatkan kontrak. Sekaligus terlibat dalam tender kontrak-kontrak high profile di negara-negara maju.

Saat ini barang-barang China di ekspor dengan kapal laut ke Eropa. Butuh waktu 30 hari dari pelabuhan di Asia ke Rotterdam di Eropa. Pertumbuhan ekonomi China mencapai 6,7 persen dalm tiga triwulan pertam 2016, mendekati target yang dipatok pemerintah.




Editor: Rosyid

Rosyid
03-01-2017 20:43