Main Menu

Percobaan Nuklir: BMKG Catat Ledakan Dahsyat di dalam Tanah Korea Utara

Dani Hamdani
04-09-2017 11:26

Ilustrasi (GATRAnews/AK9)

Jakarta, GATRANews - Heboh dugaan percobaan nuklir di bawah tanah di Korea Utara rupanya terdeteksi juga oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kita. "Jejaring gempa Bumi BMKG mencatat aktivitas seismik yang tidak lazim," kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu. 

 
 
Aktivitas seismik tidak lazim itu terjadi dan berpusat di Korea Utara, pukul 10.30.04 WIB Minggu (3/9/17). BMKG menyebut aktivitas tidak lajim, karena lokasi pusat aktivitas seismik itu secara tektonik bukan zona sumber gempa.


Sebanyak 166 sensor seismik yang digunakan BMKG dalam menganalisis parameter kegempaan menunjukkan ada pusat gempa dengan kekuatan M=6,2 terletak pada koordinat 41,29 LU dan 128,94 dengan ke dalaman satu kilometer tepatnya di Korea Utara. 
 
 
"Ini didasarkan pada kesamaan pola dari sebagian besar rekaman gelombang seismik yang menunjukkan gerakan awal berupa kompresi," katanya. 

 
Data seismik yang terekam di BMKG menunjukkan ada compressional source dengan amplitudo gelombang P relatif lebih besar dari gelombang S-nya. "Maka cukup beralasan jika meyakini bahwa telah terjadi sebuah aktivitas ledakan besar bawah permukaan," kata Mochammad Riyadi. 
 

Menurut Riyadi, bukan hanya BMKG yang mencatat aktivitas seismik tersebut namun juga sejumlah lembaga pemantau gempa bumi internasional. Di antaranya Amerika Serikat (USGS), Jerman (GFZ), dan Eropa (EMSC) juga mencatat aktivitas seismik yang tidak lazim yang juga berpusat di Korea Utara.  

 
Hasil perhitungan USGS menunjukkan kekuatan mencapai M=6,3 sementara GFZ M=6,0 dan EMSC M=5,9. Berdasarkan karakteristik rekaman seismogramnya diketahui bahwa gelombang seismik yang terekam diperkirakan bersumber dari ledakan besar di kedalaman dangkal. 
 
 
Website resmi USGS menyebutkan pusat ledakan terletak pada lokasi ujicoba ledakan nuklir masa lalu. Namun demikian untuk memastikan jenis sumber ledakan yang sesungguhnya perlu kajian komprehensif lebih lanjut.


Peta shake map menunjukkan bahwa dampak ledakan itu menimbulkan guncangan cukup kuat hingga skala intensitas VI MMI di Kota Cho Dong, Soman, dan Nampyo Dong yang lokasinya paling dekat pusat ledakan. 
 

Guncangan diperkirakan dapat menimbulkan kerusakan ringan seperti retakan pada bangunan tembok sederhana.
 
 
Sementara itu, Korea Utara telah mengklaim mereka sedang mengembangkan bom hidrogen yang dikembangkan. 

Editor: Dani Hamdani  

Dani Hamdani
04-09-2017 11:26