Main Menu

KTT APEC: Presiden Jokowi Himbau Anggota Apec Waspadai Perubahan Ekonomi digital

Ervan
11-11-2017 16:47

Pertemuan Ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC (Biro Pers Setpres/yus4)

Jakarta, Gatra.com- Presiden Joko Widodo hari ini, Sabtu (11/10) menghadiri sesi pertama Pertemuan Ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC di Da Nang, Vietnam. Sesi tersebut mengusung tema "Innovative Growth, Inclusion, and Suistainable Employment in The Digital Age".

Mengawali pertemuan, Managing Director IMF Christine Lagarde menyampaikan gambaran tentang situasi perekonomian dan keuangan dunia dewasa ini serta prediksi pada tahun-tahun mendatang.

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi yang menjadi pembicara kelima setelah  Presiden Vietnam Tran Dai Quang selaku tuan rumah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Kanada Justin Trudeau.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyatakan bahwa Indonesia berpotensi menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 mendatang. Mengingat saat ini terdapat 132,7 juta pengguna internet dan 92 juta pengguna gawai di seluruh Tanah Air.

Potensi tersebut diyakini Presiden Jokowi dapat mendatangkan kesempatan baru bagi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pola bisnis sebelumnya dan usaha kecil menengah (UKM).

Meski demikian, ia mengajak seluruh pemimpin negara untuk tetap waspada menghadapi perubahan ekonomi digital yang sangat cepat. Menurutnya, ekonomi digital tidak hanya menciptakan innovative growth namun juga membawa dampak disruptif terhadap kondisi yang sudah mapan sebelumnya.

"Pemerintah harus mengambil posisi yang tepat dalam memfasilitasi transformasi yang tidak selalu mulus dengan tetap memprioritaskan pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan penciptaan kesempatan kerja yang produktif," ujar Presiden Jokowi.

Namun, langkah tersebut tidaklah mudah. Dibutuhkan pemikiran dan terobosan yang kreatif dari para pengambil kebijakan agar kebijakan tidak 'business as usual'. Oleh karena itu, Indonesia mendorong APEC memastikan ekonomi digital berjalan sesuai dengan harapan.

"Saya mendorong APEC untuk turut memastikan bahwa ekonomi digital mendatangkan keuntungan bagi rakyat dan meningkatkan inklusivitas," ucap Presiden Jokowi.

Selain itu, Indonesia juga mendorong APEC untuk segera mempercepat realisasi Bogor Goals agar manfaat globalisasi dapat dirasakan oleh rakyat. "Realisasi Bogor Goals yang sejalan dengan Agenda Pembangunan harus dipercepat," ujar Presiden Jokowi.

Secara umum para pemimpin APEC melihat dunia masih menghadapi berbagai tantangan dengan dampak yang nyata, seperti terorisme dan perubahan iklim.

Sementara itu PM Selandia Baru Jacinda Ardern menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dapat  mendatangkan keuntungan bagi rakyat. Oleh karenanya, inklusi ekonomi dan sosial merupakan hal penting.

Sementara itu, PM Kanada Justin Trudeau mengingatkan pentingnya perhatian terhadap perempuan dan anak. “Yang juga perlu mendapat tempat adalah perhatian terhadap perempuan dan anak,” kata PM Trudeau.

“Terdapat keyakinan bahwa APEC memiliki kemampuan untuk terus memainkan peran pentingnya di era digital,” demikan ditegaskan oleh Presiden Vietnam Tran Dai Quang sebagai penutup diskusi.

Setelah mengikuti retreat I, Presiden Jokowi bersama para pemimpin APEC mengikuti sesi photo bersama.

 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Hendri Firzani

 

 

Ervan
11-11-2017 16:47