Main Menu

Kapitra Minta Diusut Deportasi Abdul Somad dari Hongkong

Anthony Djafar
24-12-2017 13:58

Ustadz Abdul Somad (Wikipedia/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pengacara Ustad Abdul Somad, Kapitra Ampera, menyesalkan hingga kini tidak adanya tindakan dari pemerintah Indonesia dalam hal ini kementerian luar negeri yang mempertanyakan alasan mengapa ada warga negaranya yang dipulangkan paksa dari Hongkong, tanpa ada penjelasan yang bisa diterima akal sehat. 

 

“Kami menyesalkan dan segera akan melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, untuk mengetahui duduk persoalannya,” kata Kapitra kepada Gatra.com, Minggu (24/12).

Kapitra dalam pernyataan sikap itu juga akan melakukan investigasi untuk mengetahui apakah upaya pemulangan paksa itu dilakukan pemerintah Hongkong atas permintaan Pemerintah Indonesia atau dari Pemerintah China.

“Kami akan melakukan protes keras kepada pemerintah Indonesia dan pemerintah China, atas perlakuannya terhadap seorang guru agama yang dikagumi oleh rakyat Indonesia,” katanya.

Selain itu, Kapitra pun akan melakukan langkah dengan melaporkan hal ini kepada DPR dan instansi lainnya agar Pemerintah Indonesia serius melindungi warganya yang melalukan kunjungan ke luar negeri.

 “Kami minta kepada aparat kepolisian agar melakukan investigasi apakah ada by order dari  orang-orang tertentu yang memberikan laporan fitnah atau hoax kepada imigrasi Hongkong sehingga ustad Abdul Somad di tolak imigrasi Hongkong untuk memasuki wilayah Hongkong,” katanya.

Sebelumnya, ustad Abdul Somad tiba di Bandara Internasional Hongkong sekitar pukul 15.00 pada Minggu. Begitu keluar dari pintu pesawat, rupanya sudah ada beberapa orang petugas menghadang penceramah asal Riau tersebut.

Ustad Somad yang datang memenuhi undangan warga negara Indonesia yang berada di Hongkong itu kemudian dipisahkan dari rombongan dan di minta masuk ke sebuah ruangan untuk diintrogasi, sembari barangnya turut digeledah petugas. 

"Diminta agar buka dompet, semua diperiksa, kartu-kartu dan mereka cek semua surat-surat, kemudian dia (petugas) liat HP liat nomor-nomor kontak," kata Abdul Somad.

Abdul Somad kemudian menjelaskan bahwa dirinya hanya seorang dosen di salah satu universitas tempatnya mengajar di Riau. Penggeledahan yang berlangsung sekitar 45 menit itu tidak membuat petugas percaya sehingga menggiring kembali Ustad Somad ke dalam pesawat yang ditumpanginya saat datang ke Hongkong kembali ke Jakarta. 

“Saya mohon maaf kepada semua, mudah-mudahan ini ada hikmahnya, Insya Allah,” kata Abdul Somad berbicara di dalam pesawat menuju ke Jakarta. 

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak kementerian luar negeri atas kejadian yang menimpa Ustad Abdul Somad yang dikenal dai sejuta viewer itu.


Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
24-12-2017 13:58