Main Menu

Badai di Filipina 200 Tewas, Tim SAR Terus Cari Korban

Rosyid
25-12-2017 08:52

Badai tropis menyapu kawasan pemukiman di Tembin, wilayah di selatan pulau Mindanao. (AFP/Handout LUPAD/FT02)

Manila, Gatra.com - Tim penyelamat Filipina terus melakukan pencarian korban selamat  dari badai yang sudah menelan korban sekitar 200 orang tewas. Diperkirakan akan ditemukan lebih banyak korban ditemukan saat tim penyelamat mencapai kawasan terpencil dan di pesisir pantai, Minggu (24/12).

 

Badai tropis yang disusul banjir bandang dan longsor Jumat (22/12) lalu menghancurkan kawasan Tembin, wilayah di selatan pulau Mindanao. Peristiwa yang berlangsung cepat itu menyebabkan penduduk kehilangan waktu untuk menyelamatkan harta bahkan jiwanya. 

 

Petugas bencana mengatakan kepada Reuters,  banyak penduduk desa mengabaikan peringatan untuk meninggalkan daerah pesisir dan menjauh dari tepian sungai Mereka inilah yang kemudian tersapu saat banjir bandang dan tanah longsor melanda.

 

"Terjadi sangat cepat, air banjir naik dengan cepat memenuhi rumah kami," kata petani Felipe Ybarsabal, 65, kepada Reuters melalui telepon. Dia dan keluarganya selamata karena berhasil lari ke tempat yang lebih tinggi. "Kami tidak bisa menyelamatkan apapun dari rumah. Tidak ada pertolongan dari siapapun karena begitu cepat. Semuanya dua sampai tiga meter di bawah air dalam waktu kurang dari satu jam."

 

Saat ini petugas membersihkan puing-puing, memulihkan tenaga listrik dan komunikasi.  Juga mencari korban hilang yang tercatat 159 orang. Sekitar 70.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka yang porak poranda.

 

Filipina negara yang akrab dengan badai tropis. Hampir 20 topan mampir ke negara kepulauan itu setiap tahun. Peringatan bencana juga secara rutin diumumkan. 

 

Menurut Badan Meteorologi Nasional Filipina, setelah meyerang kawasan selatan Mindanao, badai tersebut bergerak ke barat di beberapa pulau terpencil di Filipina dan Laut Cina Selatan menuju Vietnam selatan, dengan kecepatan sekitar 20 kph (12 mph), Minggu. Kecepatannya meningkat menjadi angin topan dengan kecepatan 120 kilometer per jam  saat ia bergerak dari Filipina.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
25-12-2017 08:52