Main Menu

Demonstrasi Anti Pemerintah Makin Memanas, Iran Blokir Instagram

Hendri Firzani
02-01-2018 15:11

Presiden Iran Hassan Rouhani. (AFP/ IRANIAN PRESIDENCY/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Demonstrasi anti pemerintah di Iran terus memanas. Para demonstran yang kebanyakan dari kalangan muda menyerang kantor polisi, pada senin malam waktu setempat. Bentrokan tak terelakan terjadi, saat petugas keamanan berusaha meredam aksi demonstrasi terbesar terakhir, sejak kerusuhan 2009 lalu.

 

Sejumlah laporan dari media sosial sebagaimana dikutip Reuters, menyebutkan ketegangan dan bentrokan antara pihak keamanan dan demonstran terjadi saat demonstran berusaha menduduki kantor polisi di pusat kota Qahderijan, ibukota provinsi Isfahan, Iran.  Sementara di kota Kermanshah, sebelah barat Teheran, Iran, para demonstran membakar sebuah pos polisi lalu lintas. Tapi, tidak ada laporan korban dari insiden tersebut.


Demonstrasi anti pemerintah terus berlangsung hingga hari kelima, hari ini. Sejumlah 13 orang dilaporkan tewas pada hari minggu, kemarin menyusul gelombang kerusuhan terburuk semenjak kerusuhan 2009. Saat itu, demonstran menolak terpilihnya kembali Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. 
 

Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pernyataanya di televisi Iran, menghimbau demonstran untuk tenang. Ia mengatakan, setiap warga Iran berhak menyampaikan kritik kepada pemerintah namun tidak boleh menggunakan kekerasan.  "Pemerintah tidak akan mentolerir bagi mereka yang merusak fasilitas umum, melanggar ketertiban dan membuat kerusuhan," ujar Rouhani.

Di pusat kota Najafabad, sebelah selatan Teheran, sejumlah demonstran menembaki polisi dengan menggunakan senapan berburu, yang menyebabkan satu orang tewas dan melukai 3 orang lainnya. Ratusan demonstran sejauh ini telah ditahan pihak keamanan. Di Ibukota Teheran, pihak kepolisian telah menahan 100 demonstran pada hari senin kemarin. "200 orang ditangkap pada sabtu lalu, 150 orang pada minggu dan 100 orang pada hari senin," ujar ALi Asghar, wakil gubernur provinsi Teheran seperti dikutip ILNA.


Protes terhadap kondisi ekonomi yang terus memburuk dan dugaan korupsi dimulai dari kota kedua terbesar di Iran, Mashhad, kamis lalu. Protes ini kemudian menjalar ke kota-kota lain di Iran, yang menuntut agar rejim berkuasa agar mundur.   Bahkan, beberapa demonstran menunjukan ketidaksukaan pada pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang dikenal sebagai tokoh garis keras Iran dan telah menjadi pemimpin tertinggi Iran sejak 1989.


Khamenei dianggap sebagai penyebab ketidakstabilan ekonomi Iran yang menyebabkan meningkatnya angka pengangguran, yang mencapai 28 %.    Menghadapi aksi demo tersebut, Pemerintah Iran juga dikabarkan membatasi akses masyarakat ke aplikasi telegram dan instagram.

Demonstrasi ini sendiri telah memicu kenaikan harga minyak dunia. Seperti diketahui, Iran merupakan salah satu produsen minyak dan Gas terbesar dunia. Harga minyak West Texas naik menjadi US$60,63 per barrel atau naik 21 sen, setelah dibuka US$60,74 per barrel. Sementara untuk jenis Brent, harga minyak mencapai US$ 67,18 per barrel. 


 

Editor : Hendri Firzani

Hendri Firzani
02-01-2018 15:11