Main Menu

Indonesia-Malaysia Bentuk Task Force Pembangunan Perbatasan

Ervan
05-01-2018 08:25

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo bersama Menteri Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia, Dato’ Sri Ismail Sabri Bin Yaakob, di kantor Kemendesa PDTT, Kalibata, Jakarta. (Dok. Kemendes PDTT/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia dan Malaysia terus meningkatkan kerjasama bilateral dalam pembangunan kawasan perdesaan. Terbaru, Kemendes PDTT bersama Kementerian Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia bersepakat membentuk task force bersama.

 

“Gunanya mempercepat pembangunan wilayah perbatasan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kawasan tersebut. Nanti akan ada task force bersama,” kata Eko saat menerima kunjungan Menteri Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia, Dato’ Sri Ismail Sabri Bin Yaakob, di kantor Kemendesa PDTT, Kalibata, Jakarta, Kamis (4/1).

Eko menjelaskan kerjasama akan fokus pada pengembangan kawasan pertanian dan perkebunan berupa produk unggulan yang sesuai dengan potensi lokal masing-masing. Desa-desa perbatasan di wilayah Indonesia misalnya akan mengembangkan komoditi unggulan seperti Jagung dan Karet.

“Kita arahkan untuk mengembangkan satu produk unggulan sehingga mempunyai skala ekonomi besar. Hasil bisa diserap langsung oleh pasar Malaysia. Produk-produk dari desa di Malaysia, juga bisa masuk ke Indonesia,” katanya.

Dia mengungkapkan peluang ini terbuka luas. Apalagi ada program reforma agraria dari Presiden Joko Widodo sehingga ketersediaan lahan untuk mengembangkan produk unggulan tidak menjadi masalah.

“Di Kalimantan Tengah akan buka 600 ribu hektar lahan baru, begitu juga yang berbatasan dengan Malaysia. Kita tanami komoditi tertentu sehingga mempunyai skala ekonomi besar,” kata Eko.

Menteri Eko mendorong keterlibatan pengusaha dari kedua negara untuk menanamkan investasinya agar roda perekonomian melaju kencang. Para investor bisa terlibat dalam pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan (prukades) dengan menyediakan sarana pascapanen.

“Kami berharap masuknya investor ini bisa mempercepat laju perekonomian di kawasan perbatasan,” jelasnya.

Selain itu juga upaya mempercepat dan memperbesar skala ekonomi kawasan perbatasan, untuk meningkatkan kapasitas SDM di desa-desa di kawasan perbatasan. Salah satunya dengan mengirimkan kepala-kepala desa dari kedua negara untuk melakukan studi banding.

“Pertama, dari Malaysia akan mengirim kepala desa ke Indonesia, begitu juga dari sebaliknya. Kami juga akan terus belajar terhadap keberhasilan Malaysia dalam mengelola kawasan transmigrasi melalui FELDA dan FELCRA,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kemajuan Luar Bandar dan Wilayah Malaysia, Dato’ Sri Ismail Sabri Bin Yaakob, mengapresiasi program-program percepatan pembangunan kawasan perdesaan yang dilakukan Kemendes PDTT.

“Kemendes PDTT ini memiliki program – program yang memberikan benefit pada penduduk desa di seluruh Indonesia, salah satunya dengan program dana desanya,” katanya.

Selain itu juga mendukung kerjasma dalam pertukaran kepala desa. Peningkatan sumberdaya perangkat desa, untuk kepala desa akan ada pelatihan bagaimana me-manage administrasi desa, dan me-manage keuangan desa.

Kunjungan Dato Sri Ismail Sabri bin Yaakob ini merupakan kunjungan balasan setelah Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo melakukan muhibah ke Malaysia beberapa waktu lalu. Ikut dalam rombongan Dato Sri Ismail Sabri, beberapa pejabat dan pengusaha Malaysia. Menteri Eko menerima didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendesa PDTT Anwar Sanusi beserta jajarannya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Anthony Djafar

 

 

Ervan
05-01-2018 08:25