Main Menu

Wapres Berharap 5 th JCM RI – India Berjalan Baik

Anthony Djafar
05-01-2018 22:22

Wapres Jusuf Kalla menerima kunjungan Menlu Republik India, Sushma Swaraj, di Kantor Wakil Presiden, Merdeka Utara, Jumat (5/1). (Dok. Setwapres/FT02)

Jakarta, Gatraa.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi hubungan baik selama ini dengan pemerintah Republik India. Mulai dari dukungan kemerdekaan sampai intensitas saling kunjung antar kedua pejabat negara sejak era berdirinya Republik Indonesia. 

 

“Ada kesamaan yang kita miliki dalam menghormati pluralisme. Indonesia yang mayoritas Muslim, memakai simbol agama Budha (Borobudur) dan Hindu (Bali) sebagai ikon pariwisatanya. Sama dengan Anda, memakai Taj Mahal sebagai salah satu Ikon pariwisata," kata Wapres saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik India, Sushma Swaraj, di Kantor Wakil Presiden, Merdeka Utara, Jumat (5/1).

Kedatangan Menlu Sushma beserta delegasi merupakan kunjungan kehormatan kepada Wapres di sela-sela kunjungan kerjanya untuk menghadiri 5th Joint Commission Meeting (JCM) RI – India.

Wapres berharap 5th Joint Commission Meeting RI – India berjalan dengan baik. Apalagi Indonesia memiliki sejarah yang panjang dengan India. Sejak zaman Presiden Sukarno hingga sekarang. Wapres juga menyampaikan kebahagaiannya atas peningkatan bisnis, perdagangan dan investasi antar kedua negara belakangan ini. 

“Saya berharap dipertemuan Joint Commision ini akan menghasilkan kerja sama yang lebih baik lagi kedepannya. Saya berharap peningkatan jumlah ekspor Indonesia ke India, utamanya minyak kelapa sawit,” kata Wapres.

Sebaliknya, Sushma menyampaikan ucapan terima kasih atas kesedian Wapres menerimanya ditengah kesibukannya pada awal tahun 2018. Sushma memuji dinamika demokrasi di Indonesia yang terlihat serupa dengan yang terjadi di negerinya. 

“Banyak kesamaan antar kedua negara, seperti demokrasi, prularisme dan aturan hukum," katanya.

Dalam kunjungan keduanya setelah 2016 ke Indonesia, Menlu India ini berharap kedua negara dapat bekerjasama lebih baik lagi menjalankan hubungan bilateralnya. Dan, disela-sela lawatannya ke tiga negara besar di ASEAN – Thailand, Indonesia dan Singapura, memiliki misi khusus untuk kembali memperkuat kerja sama di bidang politik, ekonomi dan pertahanan. 

“Saya bahagia akhirnya sore ini kami akan melangsungkan pertemuan yang akan memperkuat kerja sama kedua negara. Bagi saya Indonesia adalah negara penting dalam hubungan antar negara. Banyak perkembangan-perkembangan baru yang akan kami bahas di pertemuan kali ini,” kata Sushma.

Sushma juga menyampaikan undangan kepada Pemerintah RI untuk kiranya dapat hadir pada acara Asean-India Commemorative Summit di New Delhi tanggal 25 Januari 2018 yang menandai 25 tahun berdirinya Kemitraan Dialog antara India dan 10 negara blok regional. 

“Saya berharap Presiden Joko Widodo dapat hadir dalam acara tersebut, mengingat Indonesia adalah salah satu negara pemegang peran penting di kawasan,” kata Sushma.

Dalam pertemuan ini juga membahas tentang peningkatan kerja sama dibidang industri obat-obatan, khususnya generik. Diharapkan perusahaan-perusahaan industri farmasi India dapat berinvestasi lebih banyak lagi di Indonesia.

Menyambut baik undangan tersebut, Wapres mengindikasikan bahwa kiranya Indonesia akan menghadiri pertemuan tersebut. Namun karena 2018 adalah tahun politik, tingkat kesibukan pemerintah akan meningkat menyambut perhelatan nasional pilkada serentak 2018 ini. 

“Terima kasih atas undangannya, namun sebagaimana Anda ketahui kita akan melangsungkan pilkada serentak di tahun ini. Saya kira Indonesia dapat mempertimbangkan akan pentingnya hadir dalam pertemuan ini,” katanya.

Hadir bersama Menlu Sushma Wakil Menlu Preeti Saran, Duta Besar India Untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat, Joint Secretary South Vinay Kumar, Direktur EAM’s Apoorva Srivastava dan Wakil Duta Besar India Prakash Gupta. 

Sementara Wapres Jusuf Kalla didampingi Kepala Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, Duta Besar RI untuk India Arto Suryodipuro dan Dirjen Aspasaf Kemlu.


Editor: Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
05-01-2018 22:22