Main Menu

Mahathir Mohamad kembali dicalonkan sebagai Perdana Menteri Malaysia

Birny Birdieni
08-01-2018 03:15

Mahathir Mohamad (AFP/Mohd Rasfan/yus4)

Shah Alam, Malaysia, Gatra.com- Di usianya yang ke 92 tahun, mantan perdana menteri Malaysia yang paling lama berkuasa hingga 22 tahun, Mahathir Mohamad, kembali dipilih sebagai kandidat perdana menteri.

 

Namun kali ini Mahathir Mohamad bukan mewakili Partai UMNO yang merupakan komponen utama koalisi pemerintah sejak kemerdekaan Malaysia. Ia keluar dari partai yang selama ini mendukungnya sejak Februari 2016 lalu, sebagai langkah protes karena partai tersebut dinilai mendukung akan korupsi. 

 

Penunjukkan Mahathir ini untuk mewakili kubu oposisi Pakatan Harapan. Keputusan tersebut diambil setelah pertemuan para petinggi kubu oposisi di Shah Alam, Minggu (07/01).

 

Koalisi oposisi ini terdiri dari empat partai, yakni Partai Pribumi Bersatu Malaysia di bawah komando Mahathir Mohamad, Partai Keadilan Rakyat pimpinan Wan Azizah Wan Ismail - istri mantan Wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim serta Partai DAP dan Amanah.

 

Para pendukung Mahathir ini sebelumnya merupakan partai oposisi yang berseberangan dengannya. "Tidak mudah untuk menerima saya, tetapi mereka sadar pentingnya meruntuhkan pemerintahan sekarang. Fokus utama kami menyelamatkan negara tercinta," kata Mahathir ketika menerima penetapannya sebagai calon perdana menteri seperti dilansir dari BBC Senin (8/1).

 

Mahathir mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada 2003 lalu dan menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya ketika itu, Abdullah Ahmad Badawi. 

 

Namun beberapa tahun terakhir ini, Mahathir kembali masuk dunia politik sebagai sikap penentangannya akan Perdana Menteri, Najib Razak, yang terlibat dalam skandal keuangan miliyaran dolar.

 

Mandat pemerintahan  Perdana Menteri Najib Rajak akan berakhir Agustus mendatang. Namun muncul spekulasi pemerintah akan menggelar pemilihan umum dalam bulan-bulan mendatang.

 

Menteri di Kantor Perdana Menteri Datuk Abdul Rahman Dahlan menilai keputusan Pakatan Harapan itu sebagai "tragedi dan memalukan". Sebab memilih calon individu yang dinilainnya paling korup di Malaysia.

 

"Pengumuman Mahathir sebagai (calon) perdana menteri bertentangan dengan agenda reformasi mereka sendiri. Ia adalah tragedi untuk perjuangan mereka," kata Abdul Rahman dalam cuitannya lewat akun Twitter.

 


 

Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
08-01-2018 03:15