Main Menu

Korut kirim delegasi ke Olimpiade Pyeongchang

Birny Birdieni
09-01-2018 12:49

Salah satu venue yang akan digunakan pada Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan. (AFP/ED JONES/FT02)

Panmunjom, Gatra.com- Setelah dua tahun terakhir tak berkomunikasi, Korea Utara dan Korea Selatan akhirnya melakukan pertemuan tinggi pertama, di Panmunjom, sebuah desa di perbatasan antara Korut dan Korsel wilayah Perjanjian Gencatan Senjata Korea, Selasa (9/1). Hasil keputusan diskusi tersebut,  Korut sepakat akan mengirimkan kontingen atlet pada Olimpiade Musim Dingin 2018 mendatang di Pyeongchang, Korsel, Februari mendatang.

 

 

Dalam pertemuan tersebut masing-masing negara mengirimkan lima orang delegasi. Sebelum pertemuan, Menteri Unifikasi Korsel, Cho Myoung-gyon mengatakan kalau pertemuan ini akan bisa memperbaiki hubungan kedua negara itu.

 

Sementara, perwakilan Korut yang diketuai Ri Son-gwon menegaskan kalau pertemuan ini tidak hanya serius namun juga harus tulus. "Hubungan kami akan terus membaik," demikian kata Ri sepakat dengan Cho.

 

Seoul juga meminta atlet dari Korut untuk ikut dalam seremoni pembukaan Olimpiade nanti. Namin belum ada yang tahu bagaimana respon negara yang dipimpin Kim Jong Un tersebut. 

 

Menurut Wakil Menteri Unifikasi Korsel, Chun Hae-Sung delegasi dari Korut yang akan hadir itu meliputi atlet, suporter serta penari. "Hingga pengamat, jurnalis dan tim pemeraga taekwondo," katanya dilansir BBC.

 

Chun juga mengatakan kalau pihaknya mengusulkan kepada Korut untuk membahas masalah militer. Menurutnya ini akan semakin membuka gerbang diskusi antara kedua negara di Semenanjung Korea itu.

 

Dalam pertemuan terakhir 2015 lalu, hubungan kedua negara itu terus memburuk. Ketika Korut melakukan uji coba nuklir, Seoul sampai membatalkan proyek kerja sama ekonomi kedua negara di kawasan industri Kaesong, Korut.

 

Pemutusan kerja sama terbeut pun membuat Korut murka dan akhirnya memutus seluruh jalur komunikasinya dengan Seoul. Termasuk memutus jalur telepon. Namun kini komunikasi jaringan telepon keduanya sudah kembali aktif.

 

Pakar Korut, Michael Madden menilai pertemuan ini sebagai langkah kecil untuk memulai hal besar. "Meskipun masih jelas kedua negara itu masih menunjukkan sinyal saling was-was. Namun setidaknya membuka jalur komunikasi dan interaksi keduanya," ungkapnya.

 

Pekan lalu Korsel menawarkan melakukan pertemuan dengan Korut, setelah Kim Jong-un mengatakan ingin mengirimkan atletnya berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin nanti. Menurut Presiden Korsel, Moon Jae-in, Olimpiade Musim Dingin merupakan kesempatan besar. 

 

Hal senada juga dikatakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, pembicaraan ini akan jadi permulaan besar yang bisa berujung pada hasil yang baik pula bagi kemanusiaan. "Namun ini bila seandainya hasil pertemuan tersebut positif," katanya.

 


 

Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
09-01-2018 12:49