Main Menu

Minus Cina-Rusia, sebanyak 20 Menlu akan bahas Nuklir Korut

Birny Birdieni
15-01-2018 14:52

Menlu Kanada Chrystia Freeland dan Menlu AS Rex Tillerson. saat mengumumkan pertemuan puncak para menteri luar negeri di Vancouver untuk membahas krisis nuklir Korea Utara. (AFP/Lars Hagberg/FT02)

Artikel Terkait

Vancouver, Gatra.com- Sebanyak 20 Menteri Luar Negeri akan berkumpul di Vancouver, Kanada pada Selasa (16/1) besok untuk membahas bagaimana cara menekan ambisi nuklir Korea Utara lewat tekanan diplomatik dan keuangan. Namun Cina sebagai negara yang dipandang menjadi pemain kunci dalam solusi jangka panjang tidak akan hadir.

 

Pertemuan Vancouver yang diselenggarakan oleh Kanada dan Amerika Serikat itu muncul di tengah menurunnya tensi ketegangan di Semenanjung Korea. Setindaknya, konflik memanas itu berkurang sementara waktu. 

 

Bahkan Korea Utara dan Korea Selatan pun untuk pertama kalinya sejak dua tahun terakhir telah mengadakan pembicaraan pekan lalu. dari kesepakatan itu, Pyongyang mengatakan akan mengirim atlet melintasi perbatasan ke Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang Februari mendatang.

 

Meski demikian, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un tidak menunjukkan tanda kesediaan untuk menyerah pada tuntutan Amerika Serikat. Juga menegosiasikan program senjata yang dia anggap penting untuk kelangsungan hidupnya.

 

Pihak Amerika Serikat dan lainnya mengatakan bahwa masyarakat internasional harus mencari cara untuk memperluas berbagai sanksi yang ditujukan untuk program nuklir Korea Utara. "Ada bukti bahwa kampanye tekanan maksimum kami sedang dirasakan di Korea Utara. Mereka merasakan ketegangan," kata Direktur Perencanaan Kebijakan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Brian Hook pada sebuah briefing di Washington dikutip dari Reuters.

 

Hook mengatakan akan memeriksa bagaimana meningkatkan keamanan maritim di sekitar Korea Utara. Ini sebagai upaya mencegat kapal yang mencoba menentang sanksi. 

 

Tantangan lain di Vancouver adalah tidak adanya Cina, yang memiliki pengaruh signifikan di Korea Utara. Beijing adalah satu-satunya sekutu Pyongyang dan mitra dagang utamanya. 

 

Selain Cina, Rusia pun turut tak hadir. Kedua negare tersebut akan diberi penjelasan singkat mengenai kesimpulan tersebut. Ketidakhadiran Cina akan terasa dalam pertemuan ini.

 

Pertemuan tersebut terutama mengelompokkan negara-negara yang mengirim pasukan ke perang Korea tahun 1950-1953, ketika Cina berperang di samping Korea Utara. Beijing mengutuk pertemuan tersebut.

 

"Pertemuan semacam ini tidak termasuk penting untuk masalah nuklir Semenanjung Korea. Sebenarnya tidak membantu meningkatkan resolusi sesuai untuk masalah ini," juru bicara kementerian luar negeri Lu Kang.

  

Ahli Korea Utara Pusat Carnegie-Tsinghua di Beijing, Zhao Tong mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak ingin Rusia dan Cina berpotensi mengganggu diskusi meningkatkan usulan mereka untuk meningkatkan latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang menurut Korut sebagai pendahuluan invasi

 

Perundingan intra-Korea putaran pertama sebenarnya membuka peluang untuk diplomasi. Namun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump masih pesimistis akan itu. Posisi Trump masih terombang-ambing antara memuji atau mengkritik Cina. Apakah ia dianggap masih mengekor ambisi nuklir Korea Utara.


Editor : Birny Birdieni 

Birny Birdieni
15-01-2018 14:52