Main Menu

Jokowi Bahas Ekonomi Hingga Palestina Saat Kunjungi PM Pakistan

Fahrio Rizaldi A.
28-01-2018 10:03

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Pakistan Shahid Khaqan Abbasi. (Dok. Kantor Staf Presiden/AK9)

Islamabad, Gatra.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Pakistan, Sabtu (27/1) kemarin. Kunjungan ini ditujukan untuk membahas segala hal yang bisa dikerjakan oleh kedua negara. Indonesia telah menjalin persahabatan dengan Pakistan sejah puluhan tahun yang lalu.


"Kedua negara kita sama-sama menjadi inisiator Konferensi Asia Afrika. Kedua negara kita juga konsisten membantu perjuangan rakyat Palestina di berbagai forum. Saya yakin kesamaan visi ini dapat dikembangkan menjadi kerja sama di berbagai bidang," ucap Joko pada pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shahid Khaqan Abbasi, dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com di Jakarta, Minggu (28/1).

Jokowi menilai kunjungan kenegaraan ini bisa menjadi perekat baru demi memperkokoh kerja sama di masa mendatang. Ada tiga topik utama yang dibahas Jokowi dalam pertemuan dengan perdana menteri Pakistan tersebut yakni ekonomi, hubungan antar masyarakat, dan soal Palestina.

okowi mengatakan, bahwa nilai total perdagangan setelah implementasi Preferential Trade Agreement (PTA) antarkedua negara mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2013. Pada tahun 2016, mencapai US$ 2,1 milyar atau mengalami pertumbuhan sebesar 8,9% per tahun.

Perundingan sektor lain, seperti jasa dan investasi dapat dimulai setelah perjanjian sektor barang diimplementasikan. Guna terus meningkatkan perdagangan, Jokowi menyambut baik penandatangan nota kesepahaman dalam Promosi Dagang Bersama.

"Di bidang investasi, saya menyambut baik pembentukan 'Joint Venture' penyimpanan dan pengolahan minyak kelapa sawit di Port of Qosim, Karachi. Kerja sama ini akan dapat menjadikan Pakistan sentra perdagangan kelapa sawit dan olahannya di kawasan Asia Selatan dan Tengah," kata Jokowi.

Adanya penandatanganan Inter Government Agreement oleh menteri energi kedua negara, juga disambut baik Presiden Jokowi. Indonesia akan mengekspor LNG ke Pakistan selama 10 tahun, dengan opsi tambahan 5 tahun, masing-masing sebesar 1.5 juta ton per tahun. 

"Indonesia juga mengharapkan penguatan kerja sama energi di masa mendatang seperti kemungkinan investasi perusahaan Indonesia untuk pembangunan fasilitas regasifikasi LNG dan saling berbagi pengalaman dan keahlian dalam pemanfaatan energi yang ramah lingkungan," kata Jokowi.

Selain itu, dalam pertemuan bisnis yang dilakukan tanggal 26 Januari, diperoleh nilai transaksi US$ 115 juta, antara lain peningkatan perdagangan di bidang kelapa sawit, batu bara,
cocoa, kopi, teh dan lain-lain. 

Hal lainnya yang juga dibahas dalam pertemuan itu adalah penguatan hubungan antar masyarakat kedua negara, termasuk peningkatan arus wisatawan dan dunia usaha. Kedua pemimpin sepakat dunia usaha dua negara harus direkatkan. 

Di akhir pertemuan, Jokowi menyerukan dukungan bersama untuk Palestina. Untuk itu, Jokowi mengingatkan kepada PM Abbasi agar kemanapun kita pergi, lobi untuk mendapatkan dukungan bagi kemerdekaan Palestina harus terus dilakukan demi kemanusian dan keadilan.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Iwan Sutiawan

Fahrio Rizaldi A.
28-01-2018 10:03