Main Menu

Kunjungi Nauru, Wiranto Jelaskan Perkembangan Pembangunan di Papua

Ervan
30-01-2018 18:54

Menko Polhukam Wiranto saat melakukan kunjungan ke Republik Nauru. (Dok. Kemenkopolhukam/FT02)

Nauru, Gatra.com- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto melakukan kunjungan kerja ke Republik Nauru, Selasa (30/1). Kunjungan tersebut untuk bertemu dengan sejumlah pimpinan negara di kawasan pasifik. 

 

Di hari pertama tiba di Nauru, Menko Polhukam langsung melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Vanuatu, Tallis Obed Moses. Keduanya membahas hubungan baik yang telah terjalin antara Indonesia dengan Vanuatu agar terus ditingkatkan. 

"Sebelum berangkat, saya mendapat pesan dari Presiden untuk meningkatkan kerjasama yang selama ini sudah dibangun, khususnya di bidang ekonomi dan capacity building," kata Menko Polhukam Wiranto usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Vanuatu di Nauru.

Menko Polhukam menjelaskan bahwa bagaimana sejarah Indonesia yang cukup lama dan panjang dijajah oleh Belanda dan Jepang. Sehingga dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, menegaskan bahwa Indonesia mengakui kemerdekaan ialah hak segala bangsa, oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. 

"Dengan dasar itu Indonesia selalu ingin menjalin kerjasama agar negara berkembang seperti Indonesia dan Vanuatu terlepas dari penjajahan model baru. Indonesia selalu ingin kerjasama, bukan saling menekan tapi saling membutuhkan," kata Menko Polhukam. 

Penjelasan itu juga dijelaskan Wiranto ketika melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Tuvalu, Enele Sopoaga. Menurut Wiranto, Indonesia mempunyai pengalaman panjang sebagai negara terjajah. 

"Karena itu, maka konsep filosofis Indonesia mengatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, segala bentuk penjajahan harus dihapuskan. Maka tidak mungkin Indonesia menindas teman-teman di Papua," katanya. 

Sebaliknya, lanjut Wiranto pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan Papua agar sejajar dengan provinsi lainnya.

"Saya sudah memberikan gambaran utuh mengenai proses pembangunan yang terbaru di Papua dan Papua Barat yang tengah digencarkan pemerintahan Jokowi untuk meningkatkan kesejahteraan Warganya, Kami juga mengundang para pimpinan untuk dapat melihat langsung keadaan Papua dan Papua Barat, maka dengan melihat langsung saya kira sudah bisa mengubah persepsi yang dibangun oleh pihak-pihak selama ini yang menyebut kita menelantarkan Papua dan Papua Barat," jelas Wiranto. 

Sementara itu, Presiden Vanuatu mengapresiasi berbagai bentuk program kerjasama, termasuk dalam bidang capacity building dari Indonesia kepada Vanuatu. Ia pun berharap agar kerjasama tersebut terus dilanjutkan dan ditingkatkan. 

Hadir dalam pertemuan tersebut delegasi dari Negara Tuvalu dan Negara Vanuatu, Wakil Gubernur Papua M. Lakotani, Deputi Bidang Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam Andrie Soetarno TU, Deputi Politik Luar Negeri Kemenko Polhukam Lutfi Rauf, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu Desra Percaya, dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Rosita Kominfo Niken Widastuti.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Anthony Djafar

Ervan
30-01-2018 18:54