Main Menu

Senator Filipina Ajukan Penyelidikan Legislatif Kekayaan Presiden Rodrigo Duterte

Birny Birdieni
05-02-2018 16:53

Antonio Trillanes. (Reuters/Romeo Ranoco/AK9)

Manila, Gatra.com- Seorang senator Filipina, Antonio Trillanes meminta komite Senat untuk mengajukan sebuah resolusi penyelidikan legislatif mengenai apakah Presiden Rodrigo Duterte dan anak perempuan tertuanya telah menyembunyikan aset sebesar US$2 juta.

 

Dilansir dari Reuters, Senin (5/2), kritikus gigih Duterte itu meminta bank dan lembaga keuangan untuk menyelidiki simpanan dan investasi yang melibatkan rekening keduanya. Yang menurut Trillanes dapat menunjukkan kemungkinan adanya pelanggaran Undang-Undang Anti Pencucian Uang negara tersebut.

 

Trillanes mengutip sebuah laporan VERA Files, sebuah organisasi berita investigasi lokal yang baru-baru ini mengatakan bahwa Duterte dan putri, Sara Duterte-Carpio yang menggantikannya sebagai walikota Davao, gagal mengungkapkan simpanan dan investasi keduanya yang melebihi 100 juta peso (US$ 1,94 juta) dalam aset deklarasi resmi mereka.

 

VERA Files mengatakan bahwa catatan bank yang dilihatnya berasal dari Senat dan dicatat oleh Trillanes. Dimana dokumen itu diklaim sama berasal dari Dewan Anti Pencucian Uang (AMLC). Tuduhan itu mencoreng citra Duterte yang menampulkan sosok rendah hati serta tak tertarik pada kemewahan, kekayaan, dan materialisme. 

 

Trillanes sejak lama menuduh Duterte gagal mengungkapkan kekayaannya. Yakni sejak dia masih menjabat walikota Davao Selatan hingga ketika memenangkan kursi kepresidenan Mei 2016 lalu. 

 

Akan tuduhan itu, Duterte-Carpio membantah melakukan kesalahan itu. Sama dengan hal putrinya, Duterte pun telah berulang kali melakukan hal yang sama. Jika  terbukti melakukan kesalahan ia berjanji mengundurkan diri. Bahkan Duterte juga menginstruksikan AMLC untuk mengungkapkan transaksi dia. Namun hal itu tetap harus atas melalui tanda tangannya.

 

Istana presiden pun merespon dengan menganggap tuduhan Trillanes itu sebagai "berita lama". Lalu anggota parlemen pun tidak memiliki bukti. "Dewan tersebut telah mengatakan bahwa dokumen tersebut tidak berasal dari mereka dan data yang dia bicarakan tidak benar," kata juru bicara Duterte, Harry Roque. Menurunya ini bagian dari rencana untuk menggulingkan pemimpin populer itu, namun gagal.

 

Wakil ombudsman tahun lalu mulai melakukan penyelidikan atas dugaan aset tersembunyi Duterte tersebut. Minggu lalu, Kantor presiden pun mencari mengenai kemungkinan penghapusannya.

 

Duterte dan Trillanes memang berulang kali bertengkar. Tahun lalu, dia menuduh sang senator memiliki rekening bank rahasia di luar negeri. Kemudian membacakan nomor rekening tersebut di stasiun televisi. Duterte kemudian mengakui, bahwa dia sengaja membacakan nomor rekening palsu. Namun ia tidak mengatakan apa alasannya melakukan itu.

 


Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
05-02-2018 16:53