Main Menu

Menlu: Kerjasama Ekonomi Dengan RRT Harus Saling Menguntungkan

Bernadetta Febriana
09-02-2018 23:14

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi( Dok. Setkab/Nia/re1)

Jakarta, Gatra.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan kunjungan kerja di Republik Rakyat Tiongkok (RTT) dan melakukan pembicaraan bilateral dengan PM RRT, Liu Keqiang. Pembicaraan terutama ditekankan pada kerjasama bilateral kedua negara khususnya di bidang kerjasaa ekonomi.

 

“Hubungan RI – Tiongkok terus mengalami peningkatan, khususnya di bidang ekonomi. Namun demikian kerja sama kedua negara harus selalu saling menguntungkan”, demikian disampaikan oleh Menlu RI kepada PM RRT, Liu Keqiang, di Beijing, Jum’at (9/2).

 

Kunjungan kehormatan kepada PM RRT merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kerja bilateral Menlu RI ke RRT, atas undangan Menlu RRT, Wang Yi.

 

Dalam pertemuan Menlu RI juga mendorong agar RI dan Tiongkok dapat mengatasi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang, guna merealisasikan berbagai kesepakatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, serta infrastruktur, termasuk investasi di 4 koridor ekonomi. “Untuk itu, saya menyampaikan harapan kiranya PM Liu Keqiang dapat terus memberikan dukungan penuh bagi kerja sama dan kemitraan kedua negara,” ujar Retno.

 

Lebih lanjut, Retno menyampaikan perlunya upaya untuk mendorong pertumbuhan perdagangan bilateral yang pesat dan berimbang. “Saya berharap, PM RRT untuk terus mendukung kerja sama investasi kedua negara, termasuk dalam berbagai proyek yang telah disepakati,” ujarnya.

 

Dalam pertemuan, PM Liu Keqiang menegaskan kembali pentingnya hubungan RI – Tiongkok, seraya menyebutkan bahwa walaupun menjelang liburan Imlek yang biasanya waktu digunakan untuk kordinasi internal, Pemerintah Tiongkok gembira menyambut kunjungan Menlu RI dan pelaksanaan JCBC RI-Tiongkok

 

Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai lebih dari USD 52 milyar (Januari – November 2017). Sementara di bidang investasi, Tiongkok adalah investor asing terbesar ke-3, dengan nilai investasi total USD 3,4 milyar. Tahun lalu, wisatawan asing asal Tiongkok juga menempati peringkat pertama jumlah wisatawan ke Indonesia, yang mencapai 2 juta orang.


Editor : Bernadetta Febriana

 

 

Bernadetta Febriana
09-02-2018 23:14