Main Menu

Diretas Hacker, Panitia Lomba Tolak Ungkap Pelaku

Hendri Firzani
11-02-2018 12:11

Upacara Pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan. (Rob Schumacher-USA TODAY Sports/via Reuters)

Panitia Olimpiade musim dingin Pyeongchang telah mengkonfirmasi, bahwa pihaknya telah menjadi korban serangan cyber, minggu pagi (11/2). Serangan tersebut terjadi pada saat upacara pembukaan yang berlangsung, jumat kemarin (9/2).



Namun, panitia tidak mengungkapkan siapa pelaku di balik peretasan tersebut. Sebagaimana dikutip dari reuters, peretasan dilakukan terhadap sistem perlombaan, termasuk jaringan internet dan televisi. Panitia olimpiade sendiri mengaku tidak terganggu oleh upaya peretasan tersebut.  “Saat ini, menjaga operasi keamanan internet menjadi tujuan utama kami,” ujar juru bicara komite olimpiade internasional (IOC) Mark Adams.


 “Kami tak ingin menanggapi masalah tersebut, kami hanya akan memastikan sistem kami aman dan mereka juga aman.” Ketika ditanya siapa yang berada di balik peretasan tersebut, Adam mengatakan: “Saya benar-benar tidak tahu. Tapi, secara internasional,, kita tak perlu mengatakan tentang serangan tersebut,” ujar Adam lagi.


Olimpiade musim dingin digelar hanya 80 km dari perbatasan dengan Korea Utara yang secara teknis masih dalam kondisi perang  sejak perang 1950-1953 dimana pertemuran dihentikan dengan kondisi gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.


Tim korea selatan dan korea utara bergabung dalam upacara pembukaan untuk pertama kali sejak 2006.  Korsel telah mengguanakan olimpiade ini sebagai pemecah kebuntuan komunikasi dengan korea utara yang berulangkali mendapat sanksi internasional akibat uji coba nuklirnya. “Kami mengetahui penyebab persoalan, tetapi hal ini akan terus terjadi, dan kami sepakat dengan IOC untuk tidak mengungkap pelaku peretasan tersebut,” ujar juru bicara panitia olimpiade Sung Baik-you.


 

Editor : Hendri Firzani

Hendri Firzani
11-02-2018 12:11