Main Menu

Cina Bangun Pusat Komunikasi Intelijen di Laut Cina Selatan

Rosyid
18-02-2018 09:30

Sebuah foto udara yang diambil pesawat militer Filipina menunjukkan kegiatan reklamasi yang diduga dilakukan oleh China di Mischief Reef di Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan, sebelah barat Palawan, Filipina. (REUTERS/Ritchie B. Tongo/Pool/File Foto)

Hong Kong, Gatra.com - Cina diduga membangun pusat komunikasi inteligen di salah satu pulau buatan yang dibanngun di Laut Cina Selatan. Kecurigaan itu dilontarkan lembaga think-thank CSIS Asia Martime Transparancy Initiative, akhir pekan lalu berdasarkan foto-foto udara yang ditampilkan harian Philippine Daily Inquirer awal bulan ini.

Analisa CSIS Asia Martime Transparancy Initiative, Cina memasang sensor-sensor komunikasi di Fiery Cross Reef, salah satu pulau buatan di kepulauan Spartly yang masih jadi rebutan. Menurut lembaga think-thank yang berbasis di Washington itu, Fiery Cross bisa jadi berperan sebagai pusat sinyal intelijen atau pusat komunikasi Angkatan Bersenjata Cina di kawasan itu.

Yongshu Reef, demikian Cina menyebut Fiery Cross Reef, merupakan bagian dari rangkaian tujuh pulau di Spratly. Posisinya paling selatan dan ukurannya paling kecil. Pulau ini diurug dan dikembangkan secara agresif. Tahun lalu tercatat sebagai era pembangunan paling intens. Bangunan yang dibuat total 100.000 m2 (10 ha). Juga memiliki landasan pacu sepanjang 3000 m yang dibuat 2015. Landasan disisi utara itu dilengkapi dengan hangar besar yang cukup untuk meyimpan pesawat bomber dan tanki pengisian BBM. Selanjutnya, yang masih dalam proses penyelesaian adalah radar frekuensi tinggi, dua menara yang bagian atasnya berbentuk kubah untuk tempat sensor dan fsilitas komunikasi.

Kepada South China Morning Post (SCMP), purnawirawan kolonel Cina, Yue Gang menjelaskan, ditengah sengketa maritim yang menjadi sumber ketegangan kawasan, jaringan komunikasi yang stabil merupakan keharusan untuk menghindari konflik antara Cina dan tetangganya.

Dia juga mengingatkan Fiery Cross sudah menjadi lokasi stasiun cuaca Global Sea Level Obeserving Systems Survey sejak 1987.

"Perangkat komunikasi sebanyak itu digunakan untuk menjaga stabilitas komunikasi dengan siste cuaca global, sekaligus pada saat yang sama untuk memberikan fasilitas komunikasi antar pulau buatan di Laut Cina Selatan," katanya pada SCMP, Sabtu (17/2).

Negara-negara tetangga seperti Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam berkali-kali menuding Beijing melakukan militerisasi Laut Cina Selatan. Tuduhan yang berkali-kali pula ditolak negara adidaya itu. Namun foto-foto aerial dengan resolusi tinggi menunjukkan negara itu terus mengembangkan pulau-pulau buatan dengan fasilitas militer.

Data yang dirilis CSIS di Subi Reef, Cina membangun menara suar berukuran besar, airstrip sepanjang 3000 meter, sistem radar frekuensi tinggi dan jaringan penyimpangan bawah tanah yang bisa dipakai untuk menyimpan amunisi.

Di Mischief Reef tiga menara komunikasi sudah dibangun sejak tahun lalu. Di Gaven Reef, solar panel dibangun sejak 2015 bersama fasilitas lain seperti turbin angin, gedung tinggi untuk fasilitas komunikasi dan pusat administrasi.



Editor: Rosyid

Rosyid
18-02-2018 09:30