Main Menu

Jepang: Defisit Pertama dalam Delapan Bulan

Rosyid
19-02-2018 10:35

Seorang pekerja di pelabuhan Tokyo, Jepang. (REUTERS/Issei Kato/FT02)

Tokyo, Gatra.com - Tren pertumbuhan ekspor Jepang tersendat pada Januari 2018. Untuk pertamakalinya dalam delapan bulan, Jepang mengalami defisit neraca perdagangan.Data yang diterbitkan kementrian keuangan Jepang memperlihatkan per Januari Jepang mengalami defisit 943,4 miliar Yen (Rp 120,3 triliun). Angka resmi pemerintah ini lebih kecil dari prediksi pengamat yang mencapai 1,02 triliun Yen.

Tingginya impor minyak mentah, gas alam cair dan produk-produk farmasi memberi kontribusi penting terhadap naiknya impor Jepang hingga 7,9 persen menjadi 7,029 triliun.

Namun tren kenaikan impor tidak terganggu. Sepanjang Januari, ekspor negera dengan kekuatan ekonomi ke-tiga terbesar di dunia itu mengalami kenaikan 12.2 persen menjadi 6,086 triliun. Ini kenaikan 12 bulan berturut-turut. Kenaikan ekspor disumbang tingginya permintaan mobil-mobil hybrid dan mesin mobil dari China. Juga permintaan semikonduktor di Asia. Komoditas ini menyumbang lebih dari separuh ekspor Jepang.

Keseimbangan dagang dengan Cina masih merah. Sudah sebelas bulan berturut-turut Jepang mengimpor lebih banyak barang dari Cina dibandingkan ekspor ke negara itu. Namun angka-angka yang dikutip laman Nikkei, Senin (19/2) menunjukkan tren menuju titik seimbang. Impor dari Cina turun 3,3 persen. Sementara impor dari AS naik 9,4 persen.

Sepanjang tahun 2017 ekspor Jepang naik 11,8 persen menjadi 78,281 triliun Yen, dan tercatat sebagai ekspor tertinggi sejak 2008.


 

 

Editor: Rosyid

Rosyid
19-02-2018 10:35