Main Menu

Jepang Luncurkan Satelit Mata-Mata Lagi

Rosyid
28-02-2018 12:03

Peluncuran roket satelit informasi milik pemerintah jepang di Tanegashima Space Center. (Kyodo via Reuters/FT02)

Kagoshima, Gatra.com - Japan Aerospace Exploration Agency dan kontraktor utamanya, Mitsubishi Heavy Industries Ltd.  meluncurkan roket H-2A F38 dari Tanegashima Space Center, Prefektur Kagoshima, Jepang, Selasa (27/2).  Satelit ini sukses menempatkan satelit mata-mata milik pemerintah, Information Gathering Satellite (IGS) Optical 6 ke orbitnya.

 

Dengan tambahan satelit mata-mata terbaru ini, Jepang sudah menempatkan tujuh satelit sejenis diatas orbit.  Peluncuran IGS Optical 6 ini berselang sekitar setahun setelah roket mata-mata IGS Radar 5. Pemerintah berencana untuk menambah satelit mata-mata hingga 10, baik yang bertipe radar maupun optikal.

 

Satelit bertipe radar tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca dan dapat melihat menembus awan. Tipe satelit ini cocok untuk mengambil foto malam hari. Tipe optikal yang menangkap citra dipermukaan bumi seperti mata manusia.

 

Menurut laman spaceflightnow.com, roket setinggi 53 meter meluncur ke angkasa didorong roket utama LE-7A berbahan bakar hidrogen dan dua roket berbabahan bakar padat. Bahan bakar padat dibakar lebih dulu dan dua menit setelah peluncuran habis. Kedua roket kosong kemudian dilepas dan jatuh ke Samudra Pasifik.  Empat menit setelah lepas landas hidung H-2A lepas.  Diikuit mesin roket tahap pertama mati enam setengah menit kemudian. Setelah itu mesin paling atas LE-5B dinyalakan . Mesin berbahan bakar hidrogen dan oksigen cair mengantarkan satelit ke orbit yang mengelilingi bumi diatas kutub.

 

Satelit mata-mata itu untuk memonitor fasilitas peluncuran misil Korea Utara. Mengawasi Korea Utara adalah tugas utama, tapi satelit-satelit itu sejatinya bisa  mampu memetakan seluruh permukaan bumi. Pemerintah Jepang tidak mengungkapkan citra-citra yang dihasilkan satelit mata-mata itu. Kecuali gambar-gambar yang diambil saat terjadi bencana alam.  Ketika gambar-gambar itu dirilis, kualitasnya diturunkan sehingga kemampuan sesungguhnya dari satelit itu untuk mengambil gambar tidak terungkap.

 

Jepang memulai program satelit mata-mata sejak 1998 sebagai respon terhadap program misil dan nuklir Korea Utara.  


 

Editor: Rosyid

Rosyid
28-02-2018 12:03