Main Menu

Ketua DPR Minta Asean Segera Selesaikan Krisis Rohingya

Anthony Djafar
25-03-2018 07:18

Ketua DPR bertemu dengan Ketua Parlemen Vietnam, Turki, Argentina, Sudan dan Delegasi Asean+3  di Jenewa, Swiss, Sabtu (24/3). (Dok. ketua DPR/Ton).

Jenewa, Gatra.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta agar negara-negara Asean bertindak tegas membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya.


"Kita prihatin konflik di Rakhine terus berlangsung. Jika tidak ada penyelesaian serius, masa depan Asean sebagai kawasan ekonomi yang stabil, damai dan terbuka tentu saja akan terancam," kata Bamsoet dalam pertemuan bilateral dengan Ketua Parlemen Vietnam, Turki, Argentina, Sudan dan Delegasi Asean+3 di sela-sela acara Inter Parliement Union (IPU) ke-138 pada 24-26 Maret di Jenewa, Swiss, Sabtu (24/3).

Politisi Partai Golkar ini mengiginkan anggota Asean+3 yang juga anggota IPU tetap kompak dan bersikap kritis terhadap apa yang telah terjadi di kawasan Asean. Apalagi jika menyangkut masalah kemanusiaan harus cepat ditanggapi bersama.

Untuk itu, Bamsoet meminta dukungan anggota IPU mendorong pemerintahnya untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Acara persiapan dan kampanye Indonesia sudah dilaksanakan sejak tahun 2015.

"Dengan menjadi anggota tidak tetap, Indonesia dapat lebih berkontribusi menciptakan dunia yang lebih aman dan damai. Termasuk di Asean," katanya.

Selain itu, Bamsoet juga berharap hubungan negara yang tergabung dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan dan Turki) yang merupakan forum konsultasi middle powers yang dibentuk pada tahun 2013, makin baik dan saling memperkuat.

Bamsoet meminta anggota MIKTA bisa lebih meningkatkan peran dan kerjasama di forum-forum global. Ini untuk menjaga konsistensi kerja sama antarparlemen dalam MIKTA, berbagai pertemuan formal dan informal harus terus digelar secara kontinyu.

Saat ini Indonesia menjadi ketua MIKTA setelah terpilih pada pertemuan tingkat Menteri tanggal 13 Desember 2017 di Istambul, Turki.

Editor: Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
25-03-2018 07:18