Main Menu

Deputi Kemenpora: Perdamaian Dunia Ditentukan Kebersamaan Pemuda

Iwan Sutiawan
14-04-2018 02:02

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh (kedua dari kiri) dalam Konferensi Kepemudaan Internasional III di Baku, Azerbaijan. (Istimewa/FT02)

Azerbaijan, Gatra.com - Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan, masa depan perdamaian dunia sangat ditentukan pada sejauh mana bangunan kebersamaan dan kesepahaman di kalangan pemuda.

Niam menyampaikan pandangan tersebut saat memberikan sambutan dalam acara Konferensi Kepemudaan Internasional III yang diselenggarakan The Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia (CICA) di Baku, Azerbaijan, Jumat (13/4).

Niam berpandangan demikian, karena menurutnya, konsekuensi dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadikan batas negara sangat tipis, komunikasi antarbudaya lebih mudah, serta pertukaran informasi dan budaya begitu cepat melintasi batas negara.

"Ini harus diantisipasi secara cerdas dengan membangun kesepahaman dan kolaborasi. Masa depan perdamaian dunia akan sangat ditentukan dengan peran generasi mudanya. Karenanya, ini harus menjadi komitmen kita bersama," kata Niam dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com.

Niam juga menyampaikan, Indonesia merupakan negara terbesar di kawasan Asia Tenggara memiliki jumlah angkatan muda yang sangat besar, yakni terdapat sekitar 62 juta jiwa dalam rentang usia 16-30 tahun, atau 24% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 256 juta jiwa.

"Karenanya, ini tantangan sekaligus peluang bagi kami. Kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pengembangan kepemudaan untuk berkontribusi dalam perdamaian, peradaban, dan kesejahteraan. Untuk itu, forum kerja sama dan kolaborasi seperti ini menjadi sangat strategis," kata Niam dalam acara yang dihadiri 65 delegasi dari 20 negara itu.

Dalam upaya untuk membangun kolaborasi dan kesepahaman, lanjut Niam, di kawasan ASEAN, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN Senior Official Meeting of Youth (SOMY) pada 2-5 Mei 2018.

"Salah satu event pendukungnya adalah International Youth Expo. Kami senang jika rekan-rekan bisa hadir mengikuti event tersebut," ujar Niam yang juga sebagai Chairman ASEAN SOMY.

Acara konferensi yang berlangsung hingga hari Sabtu ini, dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Azerbaijan dan dipandu oleh Sekretariat CICA yang kantor pusatnya di Astana, Kazakhstan.

Acara ini dihadiri sejumlah 22 negara peserta dan peninjau. Acara ini membahas pentingnya partisipasi pemuda dalam mendorong event-event internasional di berbagai bidang untuk membangun kolaborasi dan interaksi, serta kepercayaan diri dalam membangun kebersamaan di Asia.

Ada dua sessi pleno yang dibahas dan didalami dalam pertemuan tersebut. Pertama, terkait peran pemuda dalam upaya melaksanakan berbagai event internasional. Kedua, peran kaun muda dalam pertemuan untuk mewujudkan tujuan SDGs pada 2030.

Selain itu, ada beberapa event internasional yang digelar di Baku, dan semuanya melibatkan komunitas muda dalam pelaksanaannya. "Akhir bulan ini akan dilaksanakan Azerbaijan Grand Prix F1, pelaksananya murni anak-anak muda. Ini butuh komitmen," ujar Farhad Hajiyev, Deputi Menteri Pemuda Azerbaijan.

Sebelum acara, mantan aktivis mahasiswa 98 ini bertemu dengan para wartawan Azerbaijan yang akan meliput kekayaan budaya Indonesia. Ada enam wartawan Azerbaijan yang akan berangkat ke Indonesia untuk menjadi duta promosi pariwisata, kebudayaan, dan kepemudaan Indonesia ke Azerbaijan. "Mereka akan berangkat minggu besok, diorganisir oleh Kedubes dan difasilitasi oleh Pemerintah Indonesia," kata Niam.

Sebelumnya, Niam bersama Dubes Indonesia untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fanani, berkunjung ke makam Sayyid Yahya Bakui, ulama terkenal abad ke-12 yang karya-karyanya banyak tersebar dan dipelajari di nusantara, seperti Kitab Asroruddin. Beliau adalah tokoh tarekat khalwatiyah.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
14-04-2018 02:02