Main Menu

Anwar Ibrahim : Najib Harus Diproses Hukum Yang Adil

Bernadetta Febriana
20-05-2018 17:47

Presiden ketiga RI BJ Habibie (kiri) bersama mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Anwar Ibrahim, salah satu tokoh oposisi terkuat di Malaysia, melakukan kunjungan ke Jakarta atas undangan mantan Presiden BJ Habibie, hanya beberapa hari setelah bebas dari penjara. Tokoh yang pertama kali meneriakkan kata 'reformasi' di Malaysia ini tidak ingin ketidakadilan yang pernah menimpanya juga menimpa musuh politiknya, mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Dipenjara yang kedua kalinya sejak tahun 2015, Anwar mendapatkan pengampunan penuh dari Sultan Muhammad V pada Rabu (16/05) pekan lalu. Secara jujur, Anwar mengakui dirinya tidak ada rencana untuk langsung pergi meninggalkan Malaysia sesudah bebas. "Sebenarnya ini saya sudah diprotes cucu saya karena langsung pergi," ujar Anwar di depan awak media sesudah pertemuannya dengan Habibie, di Patra Kuningan, Jakarta, Minggu (20/05).

Namun, Anwar datang tak hanya karena ingin berjumpa dengan Habibie dan mengenang almarhumah Ainun Habibie, pasangan yang setia menemani Anwar saat melakukan operasi di sebuah rumah sakit di Muenchen, Jerman bertahun lalu. "Saya ingin ikut merayakan 20 tahun reformasi Indonesia," kata Anwar. Sebuah masa yang saat ini Malaysia sedang mengalaminya.

Menurut pandangan Anwar, reformasi di Indonesia berjalan dengan amat mengesankan. Itulah sebabnya, slogan pertama yang diteriakkan oleh Anwar di Malaysia kala itu adalah reformasi. "Reformasi itu bersifat inklusif, dia bisa merangkul siapa saja, dengan berbagai macam suku dan agama," ujar pimpinan koalisi Pakatan Harapan ini.

Anwar menyebutkan ia tidak tertarik untuk menduduki jabatan tertetntu usai kemenangan Pakatan Harapan yang menumbangkan Barisan Nasional, partai pemerintah yang telah berkuasa selama 60 tahun. "Saya sudah bilang ke Mahatir saya tidak mau jabatan, saya mau bergerak sebagai Anwar yang bebas," ujarnya.

Untuk itulah dia menolak anggapan ia bersatu dengan mantan seterunya itu hanya karena agenda politik dan jabatan. "Tidak benar karena itu, tapi lebih untuk bersama-sama menjalankan agenda reformasi secara lebih specifik," katanya.

Menurut Anwar, banyak yang harus dibenahi di Malaysia. "Badan Kehakiman harus betul-betul bersih, tak bisa diintervensi dan adil. Media harus diberi kebebasan. Kemiskinan harus dihilangkan," ujar pemimpin Partai Keadilan Rakyat ini.

Ia juga tidak mau melampiaskan dendam kepada Najib Razak, perdana menteri yang terguling karena kekalahan Barisan Nasional. "Saya sudah bicara dengan Mahatir, kasus Najib harus diproses sebenar-benarnya lewat jalur hukum. Jangan dia dihukum sebelum terbukti di pengadilan,"katanya.

Anwar berpesan kepada Najib agar ia mencari pengacara yang baik. "Carilah pengacara yang bisa membelamu, dan kami beri jaminan, proses pengadilan akan adil, dan hakim yang mengadili akan bebas dari intervensi," katanya.

Meski merasa sudah diperlakukan tak adil dahulu, namun Anwar tak mau membalas Najib. "Yang sudah terjadi sama saya (proses hukum yang tak jelas dan adil), jangan sampai terjadi pada Najib," ucapnya.

Bagi Anwar, yang pernah terjadi padanya sudah cukup dan tidak perlu menimpa yang lain. Yang Dipertuan Agong Sultan Muhammad V dalam percakapannya dengan Anwar setelah dinyatakan bebas, lanjt Anwar, menyatakan bahwa Badan Kehakiman di Malaysia sudah rusak. "Beliau mengatakan saya sudah didzolimi, maka dari itu beliau berkata ingin membersihkan nama saya dari kasus dahulu sampai sekarang," katanya.

Dalam usahanya melaksanakan reformasi, Anwar menyatakan komitmennya. "Saya menaruh keyakinan bahwa kami sudah di landasan yang tepat," ujarnya. Meskipun dikatakan kerusakan institusi di Malaysia tidak separah jaman Orde Baru di Indonesia yang rusak karena KKN, namun Anwar menginginkan harus tetap ada perimbakan besar-besaran di institusi pemerintahan Malaysia.

Esok hari, Anwar akan kembali ke Kuala Lumpur. "Saya mau belajar mengiringi istri, jadi pendamping sang Wakil Perdana Menteri saja," katanya sembari tergelak. Istri Anwar, Wan Azizah Wan Ismail, telah resmi dilantik menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia pekan lalu.


Editor : Bernadetta Febriana 

 

Bernadetta Febriana
20-05-2018 17:47