Main Menu

Malaysia Pelajari Hasil Temuan Tim Investigasi MH17

Ervan
25-05-2018 15:45

onferensi pers hasil investigasi kecelakaan MH17 oleh Tim Investigasi Gabungan di Bunnik. (REUTERS/Francois Lenoir/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Pemerintah Malaysia bertekad mencari keadilan bagi para korban pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH17 yang ditembak jatuh pada 17 Juli 2014 di wilayah konflik Ukraina. Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (25/5) mengatakan Malaysia tetap teguh dalam pengejaran untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

 

Dalam hal ini, Malaysia menghargai presentasi oleh Tim Investigasi Gabungan (JIT) yang dipimpin Belanda pada Kamis (24 Mei) yang melaporkan perkembangan kasus tersebut. “Kami akan mempelajari temuan yang terkandung dalam laporan dengan seksama,” demikian siaran pers yang diterima Gatra.com. 

Penyelidikan yang dipimpin Belanda menyatakan, pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak dengan rudal milik Rusia. Wilbert Pauliseen, pejabat Tim Investigasi Gabungan (JIT) berkata, rudal "Buk" yang ditembakkan milik Brigade Anti-serangan Udara Rusia ke-53. Malaysia mengucapkan terima kasih atas semua kerja keras anggota JIT yang telah bekerja dan mengukumkan hasil penyelidikannya.

Malaysia juga secara konsisten menyerukan dan mendukung proses investigasi yang sepenuhnya transparan, independen dan lengkap. Oleh karena itu, Malaysia menegaskan kembali seruan JIT agar publik membantu dalam proses penyelidikan dan memberikan bukti pendukung tambahan terhadap orang-orang yang terlibat langsung guna mencari keadilan.

“Pikiran dan doa kami adalah dengan keluarga yang berduka dan orang-orang tercinta dari penumpang dan awak Penerbangan MH17. Kami berhutang kepada mereka untuk melakukan segala kemungkinan untuk menutup insiden tragis ini," tulis pemerintah Malaysia.

Boeing 777 Malaysia Airlines terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ketika ditembak jatuh di atas zona konflik di timur Ukraina. Seluruh penumpang berjumlah 298 orang di dalamnya tewas.


Reporter: Ervan Bayu 
Editor: Nur Hidayat

 

Ervan
25-05-2018 15:45