Main Menu

Partai CPP Kamboja Berharap Kerjasama Demokrasi dengan Indonesia

Anthony Djafar
09-06-2018 16:45

Juru bicara Partai Rakyat Kamboja (CPP) Yara Suos menggelar konfrensi pers (GATRA/Anthony Djafar/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Demokrasi di Indonesia akan jadi model bagi penyelenggaraan pemilu di Kamboja yang siap diselenggarakan pada Juli bulan depan.


Pernyataan itu diungkapkan Juru Bicara Partai Rakyat Kamboja (CPP), Yara Suos ketika berkunjung di Indonesia, sejak Kamis hingga Sabtu hari ini.

Selama beberapa hari di Jakarta, Yara menemui sejumlah tokoh politik yakni ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan wakil presiden Jusuf Kalla, sebagai tokoh perdamaian dan juga Ketua Centrist for Asia Pacific and Democrats International (CAPDI).

“Demokrasi di Indonesia telah menginspirasi banyak negara di Asia Tenggara dan Kamboja juga telah belajar banyak dari perkembangan dan kemajuan demokrasi Indonesia,” kata Yara kepada awak media dalam konfrensi pers di Hotel Pan Pacific, Jakarta, Sabtu (9/6).

Negara Kamboja akan menyelenggarakan pemilu nasional pada 29 Juli 2018 mendatang. Dan untuk mewujudkan sistem demokrasi yang baik, pemerintah Kamboja berharap dukungan pemerintah Indonesia dan akan melakukan pemantauan pemilu di sana.

“Salah satu upaya membangun dan menyelenggarakan pemilu yang jujur, Kamboja berharap perwakilan dari Indonesia menghadiri pemilu di Kamboja sebagai pemantau pemilu nasional untuk meniai kualitas pemilu di Kamboja,” katanya.

Yara ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa pemerintah Kamboja menjunjung tinggi nilai demokrasi, yang berbeda sebagaimana persepsi selama ini berkembang di masyarakat Indonesia.

“Selama ini pemilu yang diselenggarakan di Kamboja berjalan dengan sukses dan demokratis, sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Yara mengungkapkan bahwa hubungan Indonesia dan Kamboja sudah terjalin cukup lama, apalagi perdana menteri Negara Kamboja Hun Sen memiliki hubungan yang cukup erat dengan wakil presiden Jusuf Kalla.

“Kami sudah bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla, beliau mendukung penuh terhadap demokrasi yang sudah berjalan di Kamboja,” katanya.

Yara menyebut bahwa Kamboja ingin mengundang perwakilan observer pemilu dari Indonesia untuk memonitor pelaksanaannya.

"Kami telah menemui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga, untuk bertukar pikiran membahas masalah demokrasi di Indonesia," katanya.

Dalam lawatannya yang pertama ke Indonesia kali ini, Yara telah menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dinilai menjadi sosok panutan bagi banyak warga Kamboja.

"Pak JK mendukung proses demokrasi di Kamboja. Dan berharap supaya pemilunya berjalan dengan lancar," katanya.

Sementara itu, ketua umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto mengatakan pertemuannya dengan Juru Bicara Partai Rakyat Kamboja (CPP) Yasa Suos, membahas demokrasi, terkait pemilu yang akan dilangsungkan di Kamboja bulan depan.

“CPP mengundang partai Golkar sebagai observer pemilu dan kami nyatakan siap. Nanti kami akan mengirim tim ke sana, sebagai tim observasi ke Kamboja,” katanya.

Diketahui, pada Pemilu Kamboja nanti merupakan pemilu yang ke-6 bagi negara Kamboja.

Editor: Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
09-06-2018 16:45