Main Menu

Bertemu DPM Vietnam, Wapres Bicarakan Upah Pekerja Industri

Anthony Djafar
13-06-2018 13:30

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri (DPM) Republik Sosialis Vietnam Truong Hoa Binh.(Dok. Setwapres/re1)

Tokyo, Gatra.com – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menerima kunjungan kehormatan Deputi Perdana Menteri (DPM) Republik Sosialis Vietnam Truong Hoa Binh di Ruang The Salon lantai 5 Hotel Imperial, Tokyo, Jepang, Selasa, (12/6) waktu setempat.


Wapres mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Truong membahas hubungan bilateral dan investasi Indonesia-Vietnam yang lebih baik. Selain itu juga mereka meminta memberikan perhatian terhadap penyelesaian secara hukum, nelayan-nelayan Vietnam yang sekarang masih ditahan di Indonesia.

“Kita secepatnya menyelesaikan itu, sehingga hubungan kita dengan Vietnam tidak terganggu dengan hal-hal seperti itu,” katanya.

Wapres juga menyinggung soal kesejahteraan gaji yang diterima pekerja-pekerja Indonesia di Vietnam.

“Kesejahteraan rakyatnya tidak bisa naik cepat, oleh karena itu harus ada kerjasama untuk menentukan salary (gaji) minimum antara pekerja-pekerja Indonesia, Vietnam dan negara lain supaya tidak ditekan terus kalangan industri,” katanya.

Wapres mencontohkan diu Indonesia ada standarisasi UMR (Upah Minimum Regional). “Kita lagi membicarakan bagaimana membuka upah minimum regional asean, contohnya,” katanya.

Turut mendampingi DPM Truong di pertemuan tersebut diantaranya Vice Chairman of the Government Office Nguyen Duy Hung, Vice Chairman of External Relations Committee of the National Assembly Nguyen Manh Tien, Deputy Minister of Foreign Affairs Dang Dinh Quy, Deputy Minister of Planning and Investment Le Quang Manh, Deputy Minister of Justice Dang Hoang Oanh, Deputy Minister of Home Affairs Nguyen Duy Thang, Deputy Minister of Transpor Nguyen Van Cong.

Sedangkan Wapres JK di dampingi Duta besar RI untuk Jepang Arifin Tasrif, Rahmat Gobel, Kaset Wapres Mohamad Oemar, Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto, dan Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
13-06-2018 13:30