Main Menu

Bom Bunuh Diri Saat Idulfitri, ISIS Klaim Bertanggungjawab

Bernadetta Febriana
17-06-2018 01:24

Pasukan keamanan Afghanistan berjaga-jaga di lokasi serangan bunuh diri di Kabul, Afghanistan.(Reuters/re1)

Jakarta, gatra.com- Sebuah bom bunuh diri meledak dan menewaskan setidaknya 26 orang di Kabul, Afghanistan, Sabtu (16/06) waktu setempat. Bom ini meledak di acara pertemuan para pejabat keamanan Afghanistan dan Taliban yang mengumumkan gencatan senjata dan sedang merayakan akhir dari bulan puasa Ramadan di Nangarhar. ISIS menyatakan bertanggung jawab.

Selain menewaskan puluhan orang, ledakan ini juga melukai setidaknya 50 orang termasuk anggota militan dan masyarakat sipil. Jumlah total korban, seperti dilansir dari New York Times, diperkirakan akan terus bertambah.

Gencatan senjata ini sendiri sebetulnya adalah tindakan yang diputuskan secara sepihak, baik oleh pihak Afghanistan maupun Taliban. Pada 7 Juni lalu, Presiden Ashraf Ghani mengumumkan secara sepihak 8 hari gencatan senjata dengan Taliban. Hal ini dimaksudkan sebagai sebuah strategi untuk mendapaykan kepercayaan dari pihak Taliban untuk mengkondisikan pembicaraan damai.

Sementara itu, beberapa hari kemudian, pihak Taliban juga secara sepihak juga mengumumkan gencatan senjata untuk tiga hari, dengan tujuan menghormati Hara Raya Idul Fitri. Pernyataan gencatan senjata Taliban ini sama sekali tidak menyinggung pernyataan gencatan senjata sebelumnya dari pihak pemerintah Afghanistan. Tentu saja, jadwal gencatan senjata kedua pihak itu tentunya menjadi tumpang tindih 3 hari, yang membuka kesempatan kedua pihak bersamaan waktunya melakukan gencatan senjata.

Hanya saja, kondisi yang diinginkan dari sebuah situasi gencatan senjata, jauh dari yang diinginkan. Bom bunuh diri berkali-kali meledak di Afghanistan selama proses tesebut. Beberapa diantaranya, diklaim oleh ISIS sebagai perbuatannya, termasuk yang terjadi pada Sabtu ini. ISIS sendiri termasuk pihak yang memperkeruh kondisi keamanan di Afghanistan dan satu-satunya pihak yang tidak menyatakan kondisi gencatan senjata.


Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
17-06-2018 01:24