Main Menu

Gempa Osaka : Dua Siswa Tewas Terkena Runtuhan Dinding Beton Sekolah

Sujud Dwi Pratisto
20-06-2018 10:46

Polisi berjaga di sekitar lokasi seorang anak tewas terkena reruntuhan gedung sekolah (Kyodo/via REUTERS /yus4)

Artikel Terkait

Osaka, Gatra.com - Pemerintah Jepang meminta dilakukan pemeriksaan darurat seluruh dinding beton di sekolah-sekolah nasional. Perintah ini dikeluarkan sehari pasca gempa hebat yang menerjang Osaka, Senin kemarin. Badan Penanggulangan Bencana Jepang menyebut bahwa gempa berkekuatan 6,1 SR itu, menghancurkan sejumlah bangunan dan melukai lebih dari 370 orang.

 

Empat orang meninggal dunia, dua di antaranya tak tertolong nyawanya karena tertimbun runtuhan dinding beton sekolah. Salah satu korban yang meninggal dunia akibat tertimbun dinding beton sekolah adalah Rina Miyake, sesorang siswi berusia 9 tahun. Ia terkena runtuhan tembok beton sekolahnya yang berada di kota Takatsuke, Osaka. Seorang saksi mata mengatakan bahwa saat gempa terjadi, Miyake sedang melintas di sisi dinding beton sekolahnya.

 Seperti dikutip Japan Today.com, Rabu (20/6), Menteri Pendidikan, Yoshimasa Hayashi menginstruksikan kepada semua sekolah dasar dan menengah umum untuk "segera" memeriksa dinding beton sekolah mereka. Sementara Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Keiichi Ishii mengatakan bahwa ia berencana meningkatkan kesadaran akan potensi risiko dinding beton di sejumlah bangunan milik pemerintah ataupun non-pemerintah.
 
Sebetulnya, sejak 1981 silam,  pemerintah Jepang sudah menghimbau propert-properti di seluruh Jepang untuk tidak lagi menggunakan dinding beton karena beresiko runtuh jika terjadi gempa. Namun, saat ini di beberapa wilayah di Jepang termasuk Osaka yang dinding  bangunan terbuat dari beton. Termasuk di sekolah-sekolah milik pemerintah. “Dari hasil survey pemerintah lokal, masih ditemukan dinding beton yang tidak memiliki pengamanan terhadap gempa.



 Editor : Sujud Dwi Pratisto

Sujud Dwi Pratisto
20-06-2018 10:46