Main Menu

Na Tree Tandai 65 Tahun Persahabatan Indonesia-Sri Lanka

Iwan Sutiawan
02-07-2018 15:52

Kebun Raya Bogor. (Dok. krbogor/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Penanaman pohon nasional Sri Lanka, Na Tree (Mesua ferrea) atau dikenal dengan pohon nagasari di Indonesia, menandai 65 tahun hubungan diplomatik Republik Indonesia dan Republik Sosialis Demokrasi Sri Lanka.

Penanaman pohon nasional Sri Lanka tersebut dilakukan di Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya LIPI (Kebun Raya Bogor), Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada Senin, 2 Juli 2018. Pohon yang ditanam itu diberikan oleh Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia dan ASEAN, H.E. Dharshana M. Perera.

Pohon Na Tree sendiri didatangkan langsung dari Kebun Raya Peradeniya atau Royal Botanic Gardens Peradeniya (RBG Peradeniya), Sri Lanka. RBG Peradeniya merupakan kebun raya pertama di Sri Lanka.

Kepala PKT Kebun Raya LIPI, Dr. Didik Widyatmoko, M.Sc. menyambut gembira dan mengapresiasi penanaman pohon tersebut. Terlebih, pohon ini didatangkan dari salah satu kebun raya bersejarah di Asia, di mana usia Kebun Raya Peradeniya dengan Kebun Raya Bogor hanya terpaut empat tahun saja, sudah seakan-akan bersaudara.

"Kami berharap dengan penanaman Pohon Nasional Sri Lanka dapat lebih mempererat lagi hubungan kedua kebun raya sekaligus dua negara," kata Didik dalam keterangan tertulis.

Senada dengan Didik, Duta Besar Dharsana menyatakan, filosofi kuno antara Indonesia dan Sri Lanka menunjukkan bahwa kedua negara ini memiliki nilai yang tinggi terhadap konservasi dan perlindungan lingkungan. Hal ini menunjukkan tanda sebuah bangsa yang besar.

"Semangat pemberian pohon ini dan penerimaan dari Kebun Raya Bogor menunjukkan dukungan terhadap filosofi tersebut menjadi lebih kuat lagi," katanya.

Dharshana berharap Na Tree ini menyimbolisasikan hubungan baik dan persahabatan jangka panjang antara masyarakat Indonesia dan Sri Lanka, serta memperluas dan memperdalam hubungan antara Kebun Raya Peradeniya dan Kebun Raya Bogor.

Menurutnya, bibit Na Tree sendiri sengaja disiapkan khusus untuk acara kali ini oleh Kebun Raya Peradeniya. Kebun raya tersebut sudah berdiri sejak ratusan tahun dan dikembangkan oleh pemerintahan Inggris yang dilanjutkan oleh pemerintahan Sri Lanka.

Sementara terkait hubungan bilateral antara Indonesia dan Sri Lanka, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati, mengingatkan keinginan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan kerja sama kedua negara.

"Kunjungan bilateral Presiden Joko Widodo ke Colombo, Sri Lanka pada Januari 2018 lalu membawa pesan agar kedua negara membangun kesepakatan kerja sama dalam berbagai bidang, seperti ekonomi dan perdagangan, pendidikan, dan penanganan bencana. Tak hanya itu, kerja sama kedua negara ini juga bisa dalam bidang perkebunrayaan," ujarnya.

Khusus untuk perkebunrayaan, Enny mengatakan, kerja sama bisa menyasar berbagai hal. Kemudian, kerja sama juga dalam bentuk dukungan kepada Kebun Raya Bogor yang sekarang sedang berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai Situs Warisan Dunia dari UNESCO.

"Kami sangat mengharapkan dukungan dari Sri Lanka khususnya RBG Peradeniya bagi Kebun Raya Bogor untuk mendapatkan predikat UNESCO World Heritage Site," katanya.

Sebagai informasi, pohon nasional Sri Lanka yang ditanam di Kebun Raya Bogor, memiliki nilai spesial bagi masyarakat Sri Langka. Hal itu erat hubungannya dengan masyarakat Sri Langka pada beberapa abad sebelumnya yang banyak memanfaatkannya sebagai tanaman obat kuno Aryuveda, kayu bangunan pada kuil kuno, dan jembatan.

Bunganya menjadi salah satu bagian dari sesembahan pada ritual religi dan menghiasi taman nasional dengan keindahan pohon dan bunganya. Pohon ini menjadi tanaman langka di Sri Langka dan dinyatakan sebagai Pohon Nasional Sri Langka pada tahun 1986.

Di Indonesia sendiri, khususnya di Jawa, pohon ini banyak manfaatnya baik kayunya maupun buah dan bunganya, dan sebagian etnis meyakininya sebagai pohon penolak bala.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
02-07-2018 15:52