Main Menu

Cina Pompa Dana ke Wilayah Barat

Mukhlison Sri Widodo
30-08-2018 22:23

Ilustrasi.(shutterstock_309066704/RT)

Shanghai, Gatra.com - Cina telah menyetujui 152 proyek gabungan infrastruktur senilai 3,75 triliun yuan atau setara dengan delapan juga rupiah di wilayah barat negeri itu sejak akhir 2012.

 

Cina telah banyak berinvestasi pada infrastruktur transportasi dalam upaya untuk meningkatkan pembangunan, mengurangi kemiskinan, dan lebih fokus mengintegrasikan daerah barat yang terpencil agar terlibat ke dalam perekonomian nasional.

"Proyek-proyek besar selalu menjadi langkah yang kuat untuk mempromosikan pembangunan di barat," kata Xiao Weiming, Kepala Kantor Pengembangan Bilayah Barat, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional. 

Xiao juga mengatakan lima puluh dua proyek besar telah diselesaikan dengan sisa 100 set diperkirakan akan selesai pada 2023. 

“Proyek-proyek itu termasuk 12 bandara baru dengan total biaya 162,4 miliar yuan, serta jalan dan rel kereta api, fasilitas pengalihan air dan pembangkit listrik tenaga air,” ungkapnya.

Pada 2023, wilayah barat Cina akan memiliki tambahan 8.751 kilometer jalan raya, 3.219 kilometer rel kecepatan tinggi baru, dan 187 gigawatt kapasitas generasi baru.

Wilayah barat Cina yang sangat luas termasuk daerah Tibet yang sensitif secara politis, Xinjiang dan Mongolia Dalam, serta provinsi Sichuan dan Yunnan di barat daya. Perkonomian disini berkontribusi 20% dari total produk domestik bruto negara tersebut.

Pertumbuhan ekonomi di wilayah barat melambat pada semester pertama tahun ini, sebagian besar karena penurunan investasi aset tetap.

Xiao mengatakan bahwa daerah-daerah lain masih berjuang untuk menemukan titik masuk baru ke dalam sektor manufaktur China yang sangat kompetitif, dan juga menghadapi kendala yang meningkat pada lahan dan modal. 

“Daerah-daerah perlu memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara tetangga di Asia tengah atau tenggara dan bekerja untuk mengurangi ketergantungan mereka pada industri berat,” kata Xiao.


Reporter: YSS
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
30-08-2018 22:23