Main Menu

Larangan Memelihara Kucing di Selandia Baru

Mukhlison Sri Widodo
30-08-2018 22:44

Kucing domestik. (shutterstock_794782192/RT)

Selandia Baru, Gatra.com - Dewan regional di Selandia Baru telah mengusulkan uituk membuat aturan pelarangan pemeliharaan semua kucing domestik dalam upaya untuk melindungi hewan asli sepeti burung.

Pihak berwenang di Pulau Selatan baru-baru ini menyerukan semua kucing domestik di wilayah Omaui dikebiri, di-microchip dan didaftarkan. Kemudian, ketika seekor kucing mati, penduduk tidak akan diizinkan untuk memiliki yang lain.

“Kami bukan pembenci kucing,” ungkap John Collins, dari Omaui Landcare Trust. "Tapi kami ingin melihat kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab,” katanya seperti dikutip The Guardian. 

Ali Meade, manajer operasi biosekuriti, mengatakan bahwa jika langkah itu disetujui perbaikan lingkungan dan kehidupan burung akan sangat luas.

Pengajuan rencana penanggulangan hama ditutup pada akhir Oktober. Namun, tidak semua anggota komunitas senang dengan ide tersebut.

Penduduk Omaui, Nico Jarvis, mengatakan bahwa dia terkejut dan merencanakan sebuah petisi menentang rencana tersebut. Dia juga mengatakan bahwa ketiga kucingnya adalah satu-satunya cara untuk mengatasi masalah hewan pengerat besar yang dimiliki daerah itu. 

Kandidat parlementer Gareth Morgan telah lama mengusulkan memusnahkan kucing dari Selandia Baru sebagai cara untuk melindungi spesies asli dari apa yang ia sebut ‘pembunuh alamiah’.

Langkah ini dilakukan, karena Selandia Baru bekerja dengan tujuan ambisius untuk menjadi bebas predator pada tahun 2050. Rencana itu dikhususkan untuk memusnahkan spesies tikus, cerpelai, dan posum.

Kucing menjadi sorotan karena kecenderungan mereka untuk menargetkan burung asli. Negara bagian di Pulau Kotita, memiliki aturan tanpa kucing dan dewan Auckland juga melihat rencana untuk menangkap kucing yang berada di lokasi yang penting secara ekologis tanpa microchip.


Reporter: YSS
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
30-08-2018 22:44