Main Menu

Demonstran Desak Pemerintah Myanmar Bebaskan 2 Wartawan

Iwan Sutiawan
03-09-2018 07:27

(Reuters/re1)

Yangon, Gatra.com - Puluhan orang berbaris berjalan di Kota Yangon, Myanmar, pada Sabtu (1/9), mendesak pemerintah membebaskan wartawan Reuters yang dituduh mengumpulkan informasi tekait rahasia negara dan menuntut kebebasan pers.

 

Dikutip dari laman Reuters, Senin (3/9), para pengunjuk rasa yang mengenakan pakaian hitam, berbaris dan membentangkan spanduk, mengibarkan bendera, dan membawa balon bergambar wajah kedua jurnalis Reuters yang ditahan yakni Wa Lone dan Kyaw Soe Oo.

Mereka meneriakkan hak untuk mengetahui informasi atau berita dan hak asasi manusia. Adapun spanduk yang dibentangkan mereka di antaranya bertuliskan "Segera lepaskan jurnalis yang dipenjara. Segera lepaskan mereka."

Pengadilan Yangon pada hari ini diperkirakan akan menjatuhkan putusan dalam kasus terhadap Wa Lone (32) dan Kyaw Soe Oo (28) yang dituntut di bawah Undang-Undang Rahasia Resmi era kolonial.

Para pendukung kebebasan pers, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, dan sejumlah negara termasuk Amerika Serikat, Kanada dan Australia telah meminta untuk membebaskan kedua wartawan Reuters tersebut.

Sekretaris Tetap untuk Kementerian Informasi, Myo Myint Maung, mengatakan kebebasan pers sangat penting. Dalam situasi saat ini, pihaknya mengklaim bahwa mempunyai kebebasan pers.

Juru bicara pemerintah Zaw Htay mengatakan, bahwa pengadilan Myanmar sangat independen dan akan menangani perkara Wa Lone dan Kyaw So Oo sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Adapun kedua jurnalis tersebut ditangkap saat menginvestigasi dugaan pembunuhan 10 pria dan anak laki-laki Muslim Rohingya di sebuah desa di Negara Bagian Rakhine, Myanmar barat.

Pembunuhan itu terjadi selama penumpasan yang diduga dilakukan oleh tentara sehingga PBB menyampaikan bahwa sekitar 700.000 orang lebih melarikan diri ke Bangladesh.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
03-09-2018 07:27