Main Menu

Pendiri Militan Afiliasi Taliban, Jalaluddin Haqqani Meninggal

Birny Birdieni
04-09-2018 11:53

Jalaluddin Haqqani (Kanan) (REUTERS/FT02)

Kabul, Gatra.com- Pendiri militan jaringan Haqqani, Jalaluddin Haqqani telah meninggal setelah sakit lama. Demikian pengumumn itu disampaikan Taliban seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/9). Haqqani merupakan salah satu kelompok terkuat dan ditakuti dalam pemberontakan Afganistan.

 

Sosok Jalaluddin Haqqani menjadi terkenal sebagai pemimpin gerilya dalam kampanye yang didukung Amerika Serikat terhadap pasukan Soviet yang menduduki Afganistan.

Namun setelah Taliban digulingkan pada 2001, mereka kemudian bersekutu dengan Taliban dan berbalik memerangi pasukan Amerika.

Kelompok Haqqani terkenal karena serangan-serangan yang rumit dan terorganisasi baik melawan militer Afganistan maupun AS. Hingga menyasar sipil serta penculikan-penculikan sosok berprofil tinggi.

Pejabat AS dan Afganistan menyebut kelompok yang berbasis di wilayah Waziristan Utara Pakistan ini beroperasi dengan dukungan dinas intelijen Pakistan.

Namun tuduhan itu dibantah oleh pihak Pakistan. Namun menurut mereka relasi Haqqani memiliki tautan awal jaringan ke Badan Intelijen Pusat AS.

Jalaluddin Haqqani mendirikan jaringan tersebut pada 1970-an. Baru beberapa tahun lalu ia melepaskan kepemimpinan operasional kelompok itu kepada putranya, Sirajuddin Haqqani, yang kini menjadi wakil pemimpin Taliban Afganistan.

Dengan Sirajuddin Haqqani yang memimpin dan kematian dari sang ayah, belum dapat diketahui apakah hal ini akan berdampak langsung akan gerakan pemberontak.

Namun dalam pernyataan Taliban menyebut kalau Jalaluddin Haqqani telah sakit dan tidur di tempat tidur selama beberapa tahun.

"Jika yang mulia Haqqani telah sahid meninggalkan kita secara fisik, ideologi dan metodologinya terus bertahan," katanya.


 

Birny Birdieni 

Birny Birdieni
04-09-2018 11:53