Main Menu

Tidak Memiliki Pesaing, Hun Sen Perpanjang Kekuasaannya di Kamboja

Hidayat Adhiningrat P.
06-09-2018 23:58

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. (Reuters/Erik De Castro/re1)

Phnom Penh, Gatra.com - Anggota parlemen Kamboja pada Kamis (6/9) memilih ketua parlemen dan pemerintahan baru pimpinan partai berkuasa Perdana Menteri Hun Sen, sesudah pemilihan umum pada Juli lalu.

 

Pemilu itu sendiri dikecam oleh beberapa negara, terutama karena Hun Sen tidak memiliki pesaing.

Hun Sen, 66 tahun, menyatakan bahwa pemerintahannya akan melayani negara dan rakyat sesudah pemungutan suara itu memperpanjang 33 tahun pemerintahannya lima tahun lagi. Beberapa perubahan pada kabinetnya menyoroti pengaruh politik keluarga yang semakin besar.

Untuk diketahui, Putra Hun Sen, Hun Manet, menjadi kepala staf gabungan. Sementara putra termudanya, Hun Many, memimpin komisi pemuda dan olahraga parlemen. Sedangkan Ketua Majelis Nasional, Heng Sarin, tetap di jabatannya.

Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang menaungi Hun Sen merebut semua kursi parlemen dalam pemilihan umum itu --yang Perserikatan Bangsa-Bangsa dan beberapa negara Barat katakan cacat karena ketiadaan oposisi mumpuni--.

Partai Penyelamatan Bangsa Kamboja (CNRP), yang dibubarkan Mahkamah Agung pada tahun lalu dan 118 anggotanya dilarang berpolitik selama lima tahun, menyebut pemilihan umum pada Juli itu lelucon.

"Pemilihan itu tidak sah, sehingga Majelis Nasional dan pemerintah juga tidak sah," kata Kem Monovithya, putri pemimpinnya, Kem Sokha, yang dipenjara atas tuduhan makar pada September lalu dan masih dalam penahanan pra-sidang, kepada Reuters.

"Kecuali ada pembalikan, Kamboja sedang menuju keterkucilan," katanya.

Dengan cengkeramannya yang meyakinkan pada kekuasaan, Hun Sen mulai meredakan tekanannya terhadap penentang dan lawan, yang dimulai pada beberapa hari sebelum pemilihan umum tersebut.

Empat belas penentang pemerintah dibebaskan dari penjara pada bulan lalu dalam langkah yang dilihat sebagai upaya menenangkan kecaman asing atas pemilihan umum tersebut.


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
06-09-2018 23:58