Main Menu

PPIH Tetap Dampingi Jamaah yang Sakit Meski Pelaksanaan Haji Usai

Anthony Djafar
11-09-2018 06:44

Kepala Daerah Kerja Mekkah Endang Jumali. (Dok.Kemenag/RT)

Mekkah, Gatra.com - Kepala Daerah Kerja Mekkah Endang Jumali mengatakan bahwa Jamaah haji Indonesia yang menderita sakit dan dirujuk di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) tetap dilayani oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), meski sudah selesai masa tugasnya atau pelaksaan haji reguler usai.

 

"Tetap menjadi tanggung jawab kami selaku penyelenggara, nanti ada tim dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia yang memantau kondisi pasien tersebut," katanya di Mekkah dikutip Antara, Selasa (11/9).

Sebelumnya, terdapat kekhawatiran sejumlah jamaah yang sakit tidak akan dilayani lagi ketika petugas haji purna tugas. Namun Endang menjamin bahwa pendampingan petugas untuk jamaah yang sakit di luar masa tugas PPIH. PPIH tahun ini akan selesai bertugas pada 27 September 2018.

Menurut Endang, pemulangan jamaah haji yang sakit ke Indonesia, melalui Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia di Jeddah dan akan diurus evakuasinya. Artinya, PPIH tidak akan lepas tangan begitu saja ketika ada jamaah yang masih dirawat, tetapi di luar masa operasional petugas haji.

"Bentuknya sesuai dengan rekomendasi dokter kalau bisa terbang, ya kita terbangkan didampingi oleh petugas dan tidak lepas begitu saja. Tetap menjadi tanggung jawab kami dalam pelaksanaan pemulangan jamaah haji," katanya.

Hingga saat ini terdapat 107 jamaah yang dirujuk untuk dirawat dari KKHI Mekkah ke RSAS. Sementara di KKHI Madinah merujuk enam jamaah ke RSAS.

Tercatat sudah 95.311 jamaah haji reguler tiba di Tanah Air tahun ini. Sementara 100.836 jamaah masih ada di Arab Saudi guna menunggu masa kepulangan dan sebagian melaksanakan ibadah yang belum di selesaikan di Tanah Suci.

Adapun total jamaah yang meninggal di musim haji tahun ini adalah 320 orang. Bagi jamaah yang meninggal tapi belum melaksanakan rangkaian rukun haji, maka ibadahnya digantikan oleh orang lain (badal haji).

Layanan standarnya, Kementerian Agama "membadalkan" (menggantikan) jamaah meninggal terkait.
Meski ada juga beberapa pihak jamaah yang "membadalkannya" sendiri dengan menunjuk dan membayar secara swadaya seorang "pembadal" haji.


Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
11-09-2018 06:44