Main Menu

Jokowi Ingin Kali Ciliwung Seperti Sungai Cheonggyecheon

Ervan
11-09-2018 11:43

Presiden Joko Widodo berada di tepi Sungai Cheonggyecheon, Seoul. (Dok. Biro Pers Setpres/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Pada hari kedua lawatannya ke Seoul, Korea Selatan, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berjalan kaki bersama peserta Korea-Indonesia (KIND) Meet Up menuju Plaza Cheonggeyecheon, Selasa (11/9).  Hari ini merupakan hari terakhir lawatan Jokowi ke Seoul sebelum bertolak ke Hanoi, Vietnam.

 

Dimulai pukul 07.30 waktu setempat, Jokowi dan Iriana bersama peserta jalan kaki melewati underpass yang merupakan integrasi stasiun kereta api bawah tanah dengan pertokoan. Di penghujung jalan sebelum menyusuri tepi sungai, Jokowi disambut Wali Kota Seoul Park Won-Soon.

Rombongan kemudian berdialog dan berjalan santai menyusuri tepi Sungai Cheonggyecheon, Seoul. Melihat kebersihan sungai di tengah kota tersebut, Jokowi berharap bisa menjadi inspirasi untuk Sungai Ciliwung di Jakarta.

"Sungai Cheonggyecheon ini sebuah inspirasi yang sangat bagus buat sungai Ciliwung bisa bersih, dan itu bisa. Tahun 2003 sungainya juga sama (seperti Ciliwung) dan dengan waktu 2 tahun 3 bulan sangat bersih sekali seperti zaman dahulu kala. Ini inspirasi untuk bisa digarap di Jakarta," kata Presiden Jokowi kepada para jurnalis.

Jokowi menuturkan Wali Kota Seoul sebelumnya Lee Myung-bak yang berhasil membuat sungai Cheonggyecheon tersebut menjadi bersih, yang kemudian terpilih menjadi Presiden Korea Selatan periode 2008-2013.

Sungai Cheonggyecheon ini juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Korea Selatan.

Oleh karena itu, sebagai warga kehormatan Seoul, Jokowi ingin meminta resep membangun sungai ini kepada Walikota Park. Sebagaimana diketahui, tahun 2017 lalu, Jokowi mendapat gelar warga kehormatan Seoul dari Mayor Park.

"Katanya kalau sudah menjadi warga kehormatan minta apa saja diberi, saya mau minta resep bangun sungai ini ke Walikota Park," ujarnya.

Walikota Park pun menyambut keinginan Presiden ini dengan baik. Ia pun terkesan karena Presiden Jokowi pun awalnya merupakan seorang wali kota.

"Jakarta dan Seoul adalah sister city. Apapun yang Bapak perlukan, kami siap. Karena Bapak warga kehormatan Seoul kami siap bantu. Jadi kalau Bapak sebagai warga kehormatan datang ke Seoul semua fasilitas gratis buat Bapak," katanya.

Jokowi menegaskan masih banyaknya peluang kerja sama di bidang investasi dengan Korsel yang dapat ditingkatkan. Hubungan yang lebih dekat dengan Presiden Moon, lanjutnya, akan sangat berguna bagi peningkatan investasi.

"Terutama kita ingin barang-barang yang selama ini impor, bisa diproduksi di Indonesia. Misalnya kerjasama bidang petrochemical dan farmasi. Kita terlalu banyak impor, ini yang harus kita produksi di dalam negeri. Kalau mau cepat ya partner-an,- kerja sama," kata Jokowi.

Selepas jalan santai dengan KIND Meet Up, Jokowi dijadwalkan memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa yang ada di Hankuk University of Foreign Studies. 

Usai memberikan kuliah umum, Jokowi dan rombongan rombongan langsung menuju Pangkalan Udara Militer Seongnam, Seoul, untuk melanjutkan perjalanan menuju Hanoi, Vietnam. Rencananya, penerbangan ke Hanoi akan ditempuh selama 3 jam 30 menit dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.


 

Reporter: Ervan Bayu

Editor: Bernadetta Febriana

 

 

 

 

Ervan
11-09-2018 11:43