Main Menu

Dua Nelayan Diduga WNI Diculik Di Perairan Sabah

Bernadetta Febriana
11-09-2018 12:58

Perairan Semporna, Sabah, Malaysia. (Shutterstock/FT02)

Kota Kinabalu, Gatra.com - Dua nelayan diduga berkewarganegaraan Indonesia dikhawatirkan menjadi korban penculikan di perairan Semporna, Sabah. Penculikan ini terjadi sekitar pukul 01.00 Selasa (11/9) dinihari.

 

Seperti diberitakan oleh straitstimes.com, seorang sumber menyatakan 4 orang kru kapal nelayan baru saja melabuhkan kapalnya ke sebuah dermaga di Pulau Gaya, Semporna.

Kemudian sekitar pukul 01.00 dinihari, seorang kru mendengar suara mesin sebuah kapal yang mendekat namun kemudian suara mesin itu mati tiba-tiba. Dua dari kru kapal, yang bersembunyi di dalam kompartemen kapal nelayan, mendengar suara laki-laki berbicara dengan aksen Suluk (diperkirakan adalah orang Filipina) dan lewat lubang kapal, ia melihat dua laki-laki bersenjata ada di atas kapal.

Sekitar satu jam kemudian, keduanya keluar dari persembunyian tapi mereka tidak menemkan kedua teman mereka dan sistem radio komunikasi di kapal juga turut hilang. Kedua nelayan yang selamat karena bersembunyi tadi langsung melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian Semporna.

Pejabat dari Kepolisian dan Eastern Sabah Security Command (Esscom) telah mengkonfirmasi terjadinya kasus penculikan tersebut namun belum ada detail keterangan lebih lanjut. Peristiwa ini merupakan yang pertama selama dua tahun ini.

Perairan Sabah memang memberlakukan jam malam, mulai dari pukul 6 sore hingga 6 pagi, yang mulai berlaku sejak 4 tahun lalu. Jam malam ini mencakup 3 mil dari Tawau, Semporna, Kunak, Lahad Datum Kinabatangan, Sandakan dan Beluran.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan pihaknya sedang melakukan verifikasi kasus tersebut. "Tim kami sedang koordinasi dengan kepolisian Sabah dan Semporna serta saksi-saksi, keterangan lebih lanjut akan kami sampaikan kemudian," ujar Iqbal.


Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
11-09-2018 12:58